Manado – Jabatan itu ibarat mahkota duri. Ungkapan itu agaknya tepat disematkan kepada para calon Sekprov Sulut.
Belum lagi menjabat, mereka sudah diterpa berbagai isu miring. Dari isu pelanggaran di masa lalu hingga isu hanya menjadi calon boneka.
Meski sudah “berdarah” terlebih dahulu, namun mereka tak mundur. Bagi mereka “mahkota duri” adalah jalan pengabdian.
Kaban Kesbangpol Sulut Edwin Silangen mengaku tidak mempedulikan berbagai isu miring yang menerpanya akhir – akhir ini. “Saya tetap tenang saja, ini saya maknai sebagai ujian,” kata dia.
Silangen mengaku tidak tertekan. Hal itu nampak dari senyum di wajahnya. Ia mengaku terus tersenyum di hadapan semua orang, termasuk yang mendalangi serangan itu. “Saya hanya senyum saja,” kata dia.
Terkait kesiapannya mengikuti Seleksi Sekprov, Edwin mengaku sangat siap. Bahan presentasi sudah disiapkannya. Begitu pula, fisik dan mental.
“Saya siap, sudah 30 tahun saya menjadi birokrat,” kata dia.
Calon lainnya yakni asisten 1 John Palandung juga mengatakan kesiapannya.
Secara tersirat, Palandung mengatakan, dirinya bukan calon boneka. “Saya siap jika ditunjuk pimpinan,” kata dia.
Palandung mengaku dirinya tidak setengah – setengah dalam mencalonkan diri. Dirinya sudah menyiapkan bahan presentasi serta banyak menambah wawasan. “Saya sudah mempersiapkan diri,” ujar dia.
Saat pencanangan hut proklamasi dan hut provinsi Sulut, Jumat (12/08), Palandung terlihat merangkul Kadis Kehutanan Heri Rotinsulu.
Palandung berujar. “Ini pejabat senior,” kata dia.
Heri hanya tertawa.
Heri bersama Gemmy Kawatu, Royke Rorong, Ricky Toemandoek tidak mendapat rekomendasi Olly.
Sebelumnya beredar isu jika terlemparnya mereka karena Olly ingin memuluskan satu calon. Namun hal itu langsung dibantah Heri dan Kawatu.”Pak Gub sudah memilih, itu sudah tepat,” kata dia.
Calon lainnya Kaban BLH Sulut Roy Mewoh meyakini penunjukannya sebagai calon telah melalui pertimbangan matang pimpinan.
Ia siap all out untuk membayar kepercayaan pimpinan. “Saya siap bersaing,” kata dia.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengisyaratkan, jika para pejabat senior yang tidak mendapat rekomendasi, disiapkan untuk sejumlah posisi kunci.”Yang pasti penempatan posisi adalah sesuai keahlian,” kata dia.
Olly membantah keras adanya calon boneka. “Semua layak,” kata dia.
Kaban BKD Femmy Suluh ketika diwawancarai wartawan Jumat siang masih enggan berkomentar mengenai proses seleksi berkas para calon. “Nanti saja ya, tunggu,” bebernya.
























