
Manado – Selain dijuluki Kota bersih, Kota Manado yang dinahkodai Vicky Lumentut ternyata dijuluki juga sebagai Kota macet. Bagaimana tidak, hampir di setiap ruas jalan yang ada di Kota Manado selalu terlihat kemacetan.
Seperti dari pantauan Cybersulutnews.co.id, Selasa (23/09) malam, kemacetan sepanjang 50 meter itu terjadi hampir empat jam di ruas jalan Sam Ratulangi Manado. Dua anggota Sat Lantas Polresta Manado yang berada dilokasi tak mampu mengatasi kemacetan. Fenomena ini baru sepenggal cerita tentang kemacetan di Kota Maando.
Antonius salah satu supir mikro jurusan Wanea-Samrat mengatakan, kemacetan yang terjadi di jalan Sam Ratulangi sudah sering terjadi.
“Hal ini sering terjadi. Jadi kami sudah biasa. Mau bagaimana lagi,” kata Antonius di dalam mobil angkotnya.
Ia pun mengharapkan agar pemerintah Kota Manado dan pihak Kepolisian bisa mengambil solusi tepat untuk mengatasi gangguan ini. “Ya mudah-mudahan pemerinta bisa mengambil langkah tegas supaya Kota Manado terhindar dari kemacetan,” pintanya.
Sementara Andy seorang pengusaha yang membuka toko di kawasan Boulevard Manado menyayangkan tindakan Pemkot Manado yang dinilai lambat untuk mengatasi masalah kemacetan di Ibukota Provinsi ini.
“Setiap bulan masyarakat Sulut membeli kendaraan baik motor atau mobil dengan jumlah ribuan. Sedangkan Pemkot Manado tak menambah fasilitas jalan atau akses alternatif lainnya. kemacetan ini bukan menunjukkan Kota Manado sebagai kota sibuk, tapi kota semrawut,” ujar Andy.
Menurutnya dari sisi keekonomian, kemacetan di Kota Manado juga memperngaruhi usahanya yang bergerak di bidang furniture rumah tangga.
“Saat macet, banyak waktu yang terbuang bagi kami pengusaha meubel untuk mengantar barang yang telah dipesan kepada pelanggan. Itu juga sangat mempengaruhi cost yang harus kami keluarkan. Seharusnya bisa mengantar pesanan lebih, tapi karna macet, terpaksa hanya mengikuti waktu yang tersedia,” keluh Andy.(jenglen manolong)


























