Minahasa – Belakangan ini, pencurian marak terjadi di wilayah Kepolisian Resort Minahasa. Maraknya aksi pencurian khususnya di Kota Tondano ini membuat kinerja aparat penegak hukum ini dipertanyakan.
Salah satunya datang dari tokoh pemuda asal Tondano, Edwin Pratasik, yang juga adalah Sekretaris KNPI Minahasa. Pratasik kepada Cybersulutnews.co.id, Kamis (26/03) kemarin mengatakan, maraknya aksi pencurian yang bahkan terjadi di siang bolong dan juga menggunakan kekerasan ini perlu segera disikapi pihak Polres Minahasa.
“Sebelumnya Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumundor SIK MSi, berjanji akan meningkatkan patroli di Kota Tondano khususnya di Kelurahan Tataaran Tondano Selatan, sebagai daerah kos-kosan, tapi itu sekedar janji saja,” ujar Pratasik.
Menurut Pratasik, selain patroli yang dinilai belum maksimal, janji Kapolres untuk membangun pos polisi di wilayah Tataaran tersebut, hingga kini juga belum terealisasi.
“Aksi pelaku pencurian semakin nekat, pelaku pencurian bahkan semakin sadis dengan menggunakan sajam karena tidak adanya pos polisi didaerah ini,” kata Pratasik.
Dirinya mencontohkan, kasus pencurian disertai pengancaman senjata tajam yang dialami penjaga Kios Bagadang, di Kelurahan Tataaran, beberapa waktu lalu.
Dengan adanya keluhan dari masyarakat seperti ini, Pratasik berharap pula kinerja aparat semakin ditingkatkan dengan melakukan patroli 1×24 jam, ataupun menambah jumlah personil.
“Jangan sampai slogan pemerintah, Minahasa aman damai dan nyaman hanya sekedar slogan saja. Masyarakat Minahasa, lebih khususnya Kota Tondano, harus diberikan jaminan rasa aman.
Tondano aman, Kabupaten Minahasa pasti aman dan terkendali,” ujarnya.(fernando lumanauw)


























