Minahasa Memiliki 80 Persen Daerah Rawan Bencana

Tak Berkategori

Minahasa – Survei Tahun 2011 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 80 persen wilayah di Kabupaten Minahasa merupakan daerah yang memiliki kerawanan bencana cukup tinggi.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Yohanes Pesik SIP, kepada CSN, Selasa (13/08) menuturkan, hal tersebut dipengaruhi dengan kontur tanah Minahasa yang berbukit, yang dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir bandang, ditambah daerah pesisir Danau Tondano kerap banjir akibat luapan air.


Nenurutnya, BPBD Minahasa berupaya agar 80 persen daerah yang dianggap rawan dapat diperhatikan pemerintah pusat, melalui pembangunan antisipasi bencana, juga berupa bentuk sosialisasi kepada masyarakat.


“Sebagai contoh, kalau ada hujan deras lebih dari 2-3 jam, bila rumahnya berada didaerah rawan longsor atau banjir, diminta agar segera mengungsi dirumah kerabat untuk sementara waktu, karena dalam kondisi seperti ini, bencana mengintai didepan mata,” ujar Pesik didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Minahasa, Alex Dotulang MT.


BPBD Minahasa telah melakukan lobi dengan BNPB dan dijanjikan akan mendapat bantuan pembangunan infrastruktur daerah rawan bencana yang tersebar di seluruh Kabupaten Minahasa.


“Kemampuan dana daerah kita sangat minim untuk pembangunan daerah rawan bencana, sehingga kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan telah dijanjikan akan mendapat alokasi dana untuk pembangunan ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan