Manado – Pasca Kemenangan Walikota Manado, Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado, dr Richard Sualang (AARS), setelah KPU Manado mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara, kini muncul berbagai tudingan miring bagi Calon Petahana ini.
Berbagai opini disampaikan ke publik lewat media sosial dan sejumlah laporan dugaan pelanggaran diajukan ke Bawaslu Manado dan Bawaslu Sulut.
Tak heran, laporan paslon lain teehadap AARS di Bawaslu Manado, kini menjadi perhatian publik.
Tim Hukum AARS menduga adanya konflik kepentingan dalam Pilkada Manado 2024.
Hal tersebut berkaitan dengan adanya informasi yang didapat bahwa salah satu komisioner Bawaslu Manado mempunyai hubungan keluarga ataupun kekerabatan dengan salah satu pasangan calon.
Rangga Paonganan, SH salah satu tim hukum AARS mengatakan, adanya dugaan konflik kepentingan tersebut membuat pihaknya khawatir akan mempengaruhi netralitas dan kemandirian Penyelenggara dalam hal ini Bawaslu Manado.
“Kami khawatir dugaan hubungan keluarga atau kekerabatan tersebut akan mempengaruhi Bawaslu Manado dalam mengambil keputusan ataupun memberikan keterangan, terkait beberapa laporan pelanggaran yang saat ini sedang berproses bahkan adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi,” katanya, Jumat (6/12/2024).
Dia menyebut, dugaan adanya hubungan keluarga atau kekerabatan penyelenggara dengan calon melanggar prinsip mandiri dan prinsip proporsional Penyelenggara Pemilu sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.
Setiap penyelenggara yang mempunyai hubungan keluarga atau kekerabatan dengan calon wajib untuk menyatakan secara terbuka, baik di forum rapat internal penyelenggara, maupun ke publik melalui media massa.
“Wajib hukumnya bagi seluruh penyelenggara untuk mempublikasikan jika punya hubungan dengan calon, jika tidak maka hal tersebut merupakan pelanggaran kode etik dan mempunyai sanksi berupa teguran sampai pemberhentian,” pungkasnya.(yanes)




















