Ngantung : Proyek PU Provinsi Tak Tepat Sasaran

MITRA-Proyek pembangunan drainase di ruas jalan antara kota Ratahan dan desa Tababo, oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut, yang jauh dari permukiman warga, dinilai oleh sejumlah pihak sebagai kegiatan proyek yang tidak tepat sasaran dan terkesan tanpa perencanaan yang matang.

Seperti yang diutarakan ketua LSM Gema Mitra, Viddy Ngantung mengatakan  sangat menyesalkan proyek berbandrol Ratusan Juta Rupiah itu tidak dibangun di sekitar pemukiman warga. “Makanya kami menilai proyek tersebut tidak tepat sasaran dan terkesan tak terencana,” tegas Ngantung.

Menurut Ngantung padahal masih banyak ruas jalan provinsi di wilayah Mitra, khususnya yang ada di kawasan permukiman warga, tak punya drainase dan sangat membutuhkan perhatian. “Setiap kali hujan deras depan rumah warga sering terendam karena tak ada drainase. Namun sayang Pemprov malah membangunnya di hutan,” sindirnya.

Ngantung mengatakan Dinas PU Provinsi seharusnya terlebih dahulu koordinasi dengan pemerintah kabupaten, atau turun langsung ke lapangan, agar tahu persis apa yang masyarakat butuhkan, sehingga proyeknya bisa tepat sasaran. “Jika tidak, proyeknya mubasir. Apalagi drainasenya tak panjang, sehingga terlihat janggal, karena drainasenya hanya itu saja,” tegasnya.

Seperti diketahui, paket proyek pembangunan Drainase Langowan- Ratahan- Belang (Tababo) Seksi 3 tersebut dibiayai dari APBD Provinsi 2014, dikerjakan oleh CV Keter selaku kontraktor pelaksana, dengan waktu pengerjaan 90 hari kalender, sebagaimana tertera pada kontrak yang ditandatangani pada tanggal 17 Maret 2014.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Dinas PU Mitra, Yopi Kalumata mengaku sejauh ini belum melihat surat pemberitahuan yang biasanya disampaikan oleh Dinas PU Provinsi atau Balai Jalan. “Saya belum tahu apakah sudah ada surat atau belum, karena saya pun belum melihatnya,” ujar Kalumata.(Jay)

Tinggalkan Balasan