Nilai Ekspor Komoditi Sulut Meningkat

Manado – Capaian nilai ekspor Sulawesi Utara (Sulut) pada April 2015 dibandingkan dengan Maret 2015 mengalami peningkatan sebesar 17,66 persen, atau mengalami kenaikan dari 85,60 juta dolar AS menjadi 100,72 juta dolar AS.

“Bila dibandingkan dengan April 2014, nilai ekspor Sulut mengalami peningkatan sebesar 5 persen atau naik dari 95,92 juta dolar AS menjadi 100,72 dolar AS,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) Faizal Anwar, Selasa (02/06/2015).

Anwar menambahkan berbagai komoditi tidak hanya diekspor melalui Sulut saja, namun ada juga yang diekspor ke pasar luar negeri melui pintu ekspor di provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan lain-lain. Selama 2015 sampai pada April nilai ekspor Sulut sebesar 374,82 juta dolar AS.

Jumlah tersebut terdiri dari ekspor melalui Sulut sebesar 300,40 juta dolar AS dan sisanya melalui provinsi lain sebesar 74,42 juta dolar AS.

Bila secara kumulatif hingga April (c to C) dibandingkan dengan periode yang sam tahun sebelumnya terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 1,76 persen, atau turun dari 381,55 juta dolar AS pada 2014 menjadi 374,82 juta dolar AS pada 2015.
Sedangkan Kabid Statistik Distribusi BPS Sulut Marthedy M Tenggehi mengungkapkan komoditi ekspor Sulut relatif beragam.

Pada April 2015 komiditi lemak dan minyak hewan/nabati masih tetap merupakan komoditi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor Sulut, yakni sebesar 70,43 persen atau senilai 70,94 juta dolar AS.

“Secara kumulatif sepanjang
tahun 2015 hingga April komoditi lemak dan minyak hewan/nabati juga masih tetap merupakan kontribusi terbesar dengan memberi andil 66,30 persen terhadap total nilai ekspor Sulut dengan nilai sebesar. 248,50 juta dolar AS,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Luctor Tapiheru memperkirakan pada triwulan II 2015 ekspor berbagai komoditas akan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, namun pada level terbatas
.
“Untuk kegiatan ekspor diperikirakan akan mengalami perbaikan kendati pada level terbatas,” katanya.

Untuk pemerintah daerah harus terus mendorong ekspor komoditas keberbagai negara potensial untuk meningkatkan ekspor. Sebab dengan meningkatnya ekspor hal itu bisa mendatangkan devisa. (***)

Tinggalkan Balasan