Manado – Normalisasi aliran sungai DAS Tondano masih menunggu dari pembebasan lahan yang dilakukan Pemerintah Kota Manado. Bila pembebasan lahan telah selesai, maka normalisasi aliran sungai DAS Tondano pun akan dilakukan. Demikian yang dikatakan, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Bob Lombogia, melalui Kepala Seksi Program dan OP, Ellen Cumentas.
Ia mengatakan, sambil menunggu pembebasan lahan, pihaknya tengah mempersiapkan proses tender. “Rencana normailisasi sudah cukup lama, namun kami masih ketergantungan pembebasan lahan. Karena pembebasan lahan dikukan pemkot.Ini sudah siap mau tender untuk menganani normalisasi sungai DAS,” katanya.
Rencana normaliasi tersebut akan dimulai di tahun 2015 dan selesai diperkirakan di tahun 2017. Normalisasi alisaran sungai DAS Tondano dilakukan secara dua paket, paket pertama dari jembatan Megawati hingga ke jembatan Mahakam, sedangkan paket keduan dari jembatan Mahakam ke muara sungai Tikala.
“Paket I dari jembatan Megawati ke Mahakam panjanganya ada 800 meter. Kemudian Paket II dari Jembatan Mahakam sampai muara sungai tikala. 900 meter. Pemkot sangat mendukung normalisasi, ini sementara pembebasan lahan sudah siap untuk proses tender,” ucap Ellen.
Normalisasi aliran sungai DAS Tondano dilakukan seperti pengerukan bila terjadi endapan di sungai, Kemudian pembangunan di bagian tebing sungai dan juga pembuatan tanggul dengan ketinggian sekitar 1,7 meter. Dana pembangunan normalisasi tersebut mencapai Rp 155 miliar.
“Biaya normalisasi untuk paket I dari jembatan Megawati ke Mahakam Rp 67 miliar. Sedangkan biaya paket kedua dari Mahakam ke Muara Sungai Tikala Rp 88 miliar. Berharap masyarakat mendukung untuk pembebasan lahan. Kami harapan paling besar, pembebasan lahannya didukung masyarakat yang tinggal di aliran sungi. Biar kita kita action,” ucap Ellen.(tmc/eve)


























