Minahasa – Pemerintah Desa Kembuan Satu Kecamatan Tondano Utara, menggelar Musyawarah Desa (Musdes), penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2024, bertempat di Kantor Desa, Selasa (03/10) sore.
Hukum Tua Desa Kembuan Satu, Maikel Marlon Nender dalam sambutan mengawali Musdes ini mengatakan, tahapan demi tahapan telah dilalui, mulai dari musyawarah di tingkat Jaga, sampai kemudian pada musyawarah tingkat desa, yang telah menghasilkan masukan dan usulan dari masyarakat.
“Tentunya, setelah dari tahapan Musdes ini, kita akan melaksanakan rapat untuk menyusun program tahun 2024. Dimana, RPJMDes tahun 2022-2028, dikolaborasikan dari pusat hingga kabupaten, baik di bidang pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, pembangunan kemasyarakatan, penanggulangan bencana dan hal lainnya,” terang Nender.
Nender pun berharap, program Pemdes Kembuan Saru yang telah diprogramkan sejak tahun 2022 sampai 2028 bisa terealisasi. Dia pun memohon dukungan seluruh masyarakat agar semua program ini bisa terlaksana.
“Pembangunan di sektor pendidikan seperti taman kanak-kanak, juga pengadaan gedung serbaguna, pembangunan kantor desa, pembangunan drainase, air bersih, desa berbasis digital dan ketahanan pangan, kiranya bisa terlaksana dengan baik. Program dari pemerintah pusat di tahun 2024, akan disinergikan dengan pemdes, seperti pencegahan narkoba, penanggulangan TBC, percepatan penanganan stunting, BLT tetap jalan, program jaminan kesehatan nasional,” ujarnya.
“Dalam musyawarah ini, nantinya akan ada tim yang akan menyusun program kita kedepan. Terima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat yang selalu mendukung Pemdes Kembuan Satu, sehingga semua program bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Camat Tondano Utara, Thelma Toras SSos, dalam sambutannya mengatakan, apa yang sudah disusun dengan baik ini tentu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dia pun berharap, pelayanan di segala bidang terhadap masyarakat menjadi hal yang utama.
“Apa yang sudah diusulkan tentu ada banyak. Perlu diperhatikan juga bahwa, apa yang nanti diprogramkan untuk tahun depan ini harus disesuaikan dengan program pemerintah pusat dan daerah, supaya ini akan sinkron dan pembangunan bisa berjalan dengan baik. Memang tidak semua usulan bisa diterima, karena semua akan menyesuaikan dengan anggaran dan program pemerintah,” terang Torar.
“Kita sebagai masyarakat adalah sebagai pelaksana, penikmat dan pengawas dalam setiap program. Semua harus terlibat bersama untuk suksesnya semua program. Ini harus berjalan bersama untuk satu tujuan, agar bisa tercapai, demi kesejahteraan bersama. Kita bersyukur, bantuan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten masih kita rasakan, seperti BLT, bantuan seragam sekolah, bantuan ketahanan pangan, dan program bantuan lainnya. Untuk itu, mohon dukungan dan bantuan dari semua tokoh masyarakat, tokoh agama, pelayan khusus, pendeta dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Kembuan Satu, Maximilian Tampi SH menyampaikan bahwa, Musdes ini sebagai perwujudan dari musyawarah tingkat Jaga yang telah dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 23 September lalu, yang dihadiri seluruh masyarakat dari Jaga I sampai IV.
“Musyawarah tingkat Jaga ini kemudian dibawa dalam forum Musdes saat ini, melalui Kepala Jaga dan Maweteng. Ada juga usulan dari tahun lalu yang belum sempat terlaksana dan tetap menjadi usulan untuk tahun ini agar itu dapat terlaksana. Secara singkat, usulan sebagaimana diselaraskan dengan visi dan misi Hukum Tua, itu yang akan ditetapkan dalam Musdes ini, diantaranya ada lanjutan jalan paving blok, drainase dan taman desa,” pungkasnya.
Selanjutnya, Musdes diakhiri dengan penandatanganan berita acara, dari perwakilan masyarakat, kemudian antara Hukum Tua dan Ketua BPD.
Turut hadir, Kapolsek Toulimambot, Ipda Rivi Tawaluyan SH, Danramil Tondano Kapten Inf Donny Lumentah, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, BPD, Linmas, Kader, dan para Pendamping Desa.(fernando lumanauw)




















