Manado – Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus membekali industri perbengkelan di daerah guna menghadapi ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA).
Konsultan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Gamma, Dede Otto Tirtadinata mengatakan era ACFTA atau Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN–Cina adalah suatu kawasan perdagangan bebas di antara anggota-anggota ASEAN dan Cina yang akan memberikan tantangan bagi industri yang ada di Indonesia terlebih khusus di Manado.
“Saat ini kami terus membekali dengan pelatihan agar industri perbengkelan di daerah Sulut siap menghadapi pasar bebas nanti,” ujar Dede dalam pelatihan bengkel teknologi tepat guna di Manado selama dua hari sejak tanggal 7-8 Mei 2013.
Dikatakan Dede, era ACFTA, WTO, APEC merupakan fakta bahwa kita masuk pada era global dalam lingkungan perdagangan bebas antara negara ang membawa dampak kesempatan untuk kerjasama seluas-luasnya, namun disisi lain membawa persaingan yang semakin tajam dan ketat.
“Oleh karena itu industri perbengkelan yang nantinya akan menjadi jasa siap bersaing di pasar bebas dibekali sehingga memiliki kualitas tinggi,” jelasnya.
Lanjut ia katakan, rendahnya kualitas sumber daya manusia terutama disebabkan oleh kegiatan diklat yang tidak berbasis kompetensi.
“Salah satu langkah untuk membangun IKM yang tangguh diperlukan upaya untuk mengembangkan SDM industri, wiraswasta industri dan pembina industri yang berbasis kompetensi kerja,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Sanny Parengkuan mengatakan memperkuat kontribusi IKM dalam hal ini bengkel sebagai tulang punggung ekonomi yang tangguh.
“Pemberdayaan IKM yakni bengkel harus berbasis pada sumber daya dan kearifan lokal serta dikemas maju menjadi kemasan industri yang tangguh di daerah pedesaan,” katanya.
Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan IKM, Niko Rambitan mengatakan industri perbengkelan di Sulut akan dilatih hingga mendapatkan pengakuan dan siap bersaing di pasar bebas nanti.
“Pembekalan kepada industri di Sulut sangat penting karena era pasar bebas akan banyak industri dari luar negeri akan dengan bebas masuk ke Sulut dan jika tidak siap dengan sendirinya akan terkikis,” jelasnya.
Katanya, pelatihan bengkel teknologi tepat guna ini diikuti oleh 30 perserta dari Kota Manado, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.














