
Tomohon – Keanekeragaman objek wisata di Kota Tomohon belum sepenuhnya menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski Pemkot Tomohon sudah merampungkan sejumlah infrastruktur penunjangan kepariwisataan.
“PAD tersebut akan ditarik lewat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tomohon. Dan untuk merealisasikan rencana tersebut telah dilakukan koordinasi melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan beberapa waktu lalu,” kata Kabag Humas Pemkot Tomohon, Steven Waworutu SSTP.
Oleh sebab itu lanjut Waworuntu untuk memback up retribusi tersebut perlu adanya peraturan yang merupakan payung hukum yang menjamin penarikan karcis masuk tersebut.
“Begitu pula dengan sosialisasi kepada masyarakat umum agar dapat mengetahui penarikan retribusi pada obyek-obyek wisata yang menjadi andalan Kota Tomohon yang sekaligus menjadi ikon Kota Tomohon dan telah mendapatkan pengakuan Nasional dan Internasional,” terang Waworuntu.
Sebelumnya Walikota Jimmy Eman menegaskan sektor pariwisata ini perlu dipelihara dan ditingkatkan bagi peningkatan perekonomian masyarakat yang memiliki efek ganda.
“Infrastruktur ini tentu memberikan kenyamanan bagi para pengunjung lokasi wisata tersebut sekaligus mendongkrak kunjungan wisata. Hal ini terlihat dari prosentasi kunjungan wisatawan ke Tomohon yang terus meningkat secara signifikan,” tegas Eman.
Menurut Eman keunggulan wisata pegunungan kelas dunia antara lain pada kawasan Hutan Mahawu yang tak lama lagi akan menjadi hutan rakyat.
“Belum lagi dengan pesona wisata bunga dengan spot show windows florikultura dan pelaksanaan Tomohon International Flower Festival yang dilaksanakan tanggal 8 Agustus tahun ini,” tukas Eman.
Dari data yang diberikan Disparbud Tomohon kunjungan wisatawan lokal dari tahun ke tahun. Tahun 2010 = 23,832, 2011=30,576, 2012=54,311 2013=126,597 dan Wisatawan Mancanegara tahun 2010=3954, 2011=4,872, 2012=5,434 dan 2013 13,534
Saat ini ketersediaan hotel dan restoran terus meningkat selama lima tahun sampai 2013 yaitu sekitar 400-an kamar dan lebih dari 442 tempat tidur. (Maria Wolajan)




















