Pencanangan Pelaksanaan Dandes 2021, 15 Desa di Minahasa Jadi Pilot Projek

Minahasa – Sebanyak 15 Desa dari 227 Desa yang ada di Kabupaten Minahasa, menjadi pilot projek pencanangan pelaksanaan Dana Desa Tahun 2021, yang dilaksanakan di Tambala Hills Desa Tambala Kecamatan Tombariri.

Dalam pencanangan ini, Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi menyalurkan Dandes secara langsung kepada masing Hukum Tua (Kumtua) Desa penerima, dengan total Rp 5.075.889.400 untuk 15 Desa sebagai pilot projek ini.

“Untuk penyaluran Dandes tahap satu ini berjumlah Rp 5.075.889.400, bagi 15 Desa yang terdiri dari 13 Desa penyaluran reguler dan 2 Desa penyaluran Mandiri,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa Jeffry Tangkulung SH MAP.

Ke-15 Desa itu sendiri masing-masing Desa Tumpengan Kecamatan Pineleng, Desa Kaweng Kecamatan Kakas, Desa Temboan Kecamatan Langowan Selatan, Desa Palamba Kecamatan Langowan Selatan, Desa Walantakan Kecamatan Langowan Utara, Desa Karumenga Kecamatan Langowan Utara, Desa Taraitak Kecamatan Langowan Utara, Desa Toliang Oki Kecamatan Eris, Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder, Desa Mokupa Kecamatan Tombariri, Desa Borgo Kecamatan Tomabariri, Desa Poopo Kecamatan Tombariri dan Desa Koha Kecamatan Mandolang untuk penyaluran reguler, sedangkan penyaluran mandiri untuk Desa Leilem Kecamatan Sonder dan Desa Tounelet Kecamatan Kakas.

Bupati ROR meminta kepada semua Kumtua agar segera menyelesaikan administrasi dan mempercepat realisasi Dandes tersebut.

” Kita Bersyukur sudah ada 15 Desa yang mencairkan Dandes tahap satu. Kami memotifasi seluruh Kumtua lain agar segera menyelesaikan administrasinya sehingga sudah bisa melakukan pencairan Dnades,” ujarnya.

Sementara, berkaitan dengan sasaran pengelolaan Dandes, ada tiga fokus anggaran di 2021, sesuai Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 13 tahun 2020 yakni pertama, pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan Desa, yang terdiri dari pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes/BUMDesma, penyediaan listrik Desa dan pengembangan usaha ekonomi produktif, utamanya yang dikelola BUMDes/ BUMDesma.

Kedua, program prioritas nasional sesuai kewenangan Desa yang meliputi pendataan Desa, pemetaan potensi dan sumber daya, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan Desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di Desa, dan Desa inklusif.

Ketiga, prioritas Dandes tahun 2021, adaptasi kebiasaan baru yaitu Desa Aman Covid-19. Penetapan tersebut didasarkan pada Peraturan Presiden nomor 59 Tahun 2017, tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs.

Untuk upaya pencapaian SDGs Desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 ini, penggunaan Dabdes 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 SDGs Desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa.

Ke 10 Pembangunan Nasional Berkelanjutan di Desa atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa tersebut adalah; Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat sejahtera, Keterlibatan perempuan Desa, Desa berenergi bersih dan terbarukan, Pertumbuhan ekonomi Desa merata, Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, Desa damai berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan Desa, dan Kelembagaan desa dinamis dan budaya Sesa adaptif.(fernando lumanauw)

Leave a Reply