Pengawasan Pendaki di Gunung Lokon lemah

Tomohon – Adanya himbauan pemerintah kota Tomohon agar tidak ada aktifitas di sekitar Gunung Lokon karena masih level 3 atau siaga, rupanya dianggap sepeleh oleh warga pecinta alam yang masih melakukan kegiatan mendaki di setiap akhir pekan.

Ini dikarenakan himbauan yang diberikan pemerintah tidak ditunjang dengan pengawasan yang ketat di lapangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, Drs JR Kalangi SH MM membenarkan jika pengawasan untuk aktifitas mendaki di Gunung Lokon masih sangat lemah.

“Pengawasan baru kami lakukan sejak beberapa minggu terakhir ini dan masih sangat lemah karena keterbatasan personil untuk mengawasi anak-anak muda mendaki. Sebagian besar anak muda yang mendaki berasal dari luar Tomohon. Soalnya kalau warga Tomohon, mereka sudah tahu jika Lokon itu dalam status siaga,” ujar Kalangi kepada wartawan, Senin (16/03).

Untuk memaksimalkan pengawasan, kata Kalangi, BPBD Kota Tomohon sudah melakukan koordinasi dan membentuk tim dengan Polres dan Satpol PP Kota Tomohon. Tim ini akan turun pada akhir pekan ini di jalur pendakian Lokon.

“Minggu ini akan lebih banyak personil yang turun karena kami sudah bicarakan dengan Polres dan Satpol PP Tomohon,” jelasnya.

Dalam pengawasan nanti, kata Kalangi, jika masih didapati ada warga yang mendaki, maka akan dibuat surat pernyataan. Jika sudah dibuat surat pernyataan masih dilanggar, maka warga yang masih mendaki itu akan diberikan tindakan.

“Kita juga berencana akan membuat pos pemantau agar pengawasan di kaki Lokon bisa lebih optimal,” tambahnya.(maria)

Tinggalkan Balasan