Minsel,-Perbaikan Jembatan Matani, Kecamatan Tumpaan, Kabupten Minahasa Selatan, yang diperkirakan memakan waktu lama, berdampak pada roda perekonomian masyarakat, sehingga membuat masyarakat kewalahan dengan pembuatan jembatan tersebut.
Dalam perbaiakan tersebut sebagian Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi langkah, sehingga membuat kenaikan yang sangat drastis, dengan mematok harga rata-rata 10.000 sampai 15.000 per liternya.
selain BBM yang langka. Masyarakat mengeluh harga bahan pokok di pasar ikut naik, karena diakibatkan BBM langka, sehingga membuat sebagian masyarakat mengeluh dengan kenaikan harga ini, di karenakan jembatan yang ada di matani masih dalam perbaikan.
Menurut seorang pedagang yang ada di Amurang,Anny menurutnya pemerintah kabupaten segera mempercepat perbaikan Jembatan Matani.
“Kalau kami tidak naikan harga bahan-bahan pokok, mau dapat untung apa kita ini. Sedangkan mobil penyuplai bahan pokok, sulit mendapatkan BBM. Kalaupun didapat, pasti harganya mahal,” cetusnya.
Laporan: Jufan Dissa




















