by

Pilgub Sulut 2020 Usai, Hasil Pemutakhiran Daftar Pemilih Dievaluasi

Minahasa – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, Sabtu (14/02) pagi, melakukan evaluasi terhadap Pemutakhiran Daftar Pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2020 di Kabupaten Minahasa, yang dilaksanakan di Yama Resort Tondano.

Menurut Ketua KPU Minahasa Lord Arthur Ch Malonda SPd mengatakan, evaluasi penting dilakukan untuk melihat sejauh mana kita bekerja dalam melakukan pemutakhiran daftar pemilih, agar hak setiap warga negara dalam menyalurkan hak suaranya untuk memilih tidak terabaikan

“Evaluasi ini untuk melihat apa yang menjadi kekurangan, sehingga kedepan itu bisa diperbaiki lagi,” ujarnya.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa, Rendy Umboh menyampaikan bahwa, perlu adanya harmonisasi regulasi antara Bawaslu dan KPU, sehingga tahapan Pilkada bisa berjalan dengan baik.

“Harmonisasi regulasi sangat perlu. Sebab, jika tidak ada keharmonisan regulasi akan mempengaruhi tahapan itu sendiri,” sebut Umboh.

Komisioner KPU Sulut, Lanny Anggriany Ointu, menyampaikan bahwa evaluasi pemutakhiran daftar pemilih wajib dilakukan setiap tahapan Pilkada selesai.

“Jadi, yang dievaluasi bukan hanya pemutakhiran daftar pemilih saja, tapi semua tahapan harus dievaluasi. Sehingga apa yang menjadi kendala pada saat tahapan bisa kita perbaiki dikemudian hari,” ujar Ointu.

Akademisi Fisip Unsrat, Dr Ferry Liando menyampaikan bahwa evaluasi pemutakhiran daftar pemilih tak boleh dikesampingkan. Karena menurut Liando, KPU merupakan lembaga moderen, profesional dan terbuka. Maka evaluasi sangat perlu dilakukan.

“Evaluasi ini penting. Karena kalau tidak ada evaluasi, kadang-kadang masalah yang sama bisa terulang lagi. Itu sebabnya penting adanya evaluasi,” kata dia.

Dikatakan Liando, evaluasi bukan hanya kepentingan pribadi atau individu. Tetapi kepentingan institusi.

“Jadi evaluasi itu bagaimana kita memperbaiki keadaan-keadaan supaya tidak terulang lagi,” katanya.

Lanjut Liando, tujuan evaluasi itu untuk melihat Pilkada secara keseluruhan. Apakah Pilkada itu mencapai tujuan atau tidak. Paling tidak tujuan dari proses itu sendiri.

“Tujuan dari proses itu sendiri adalah apakah Pilkada yang kita laksanakan itu berlangsung secara jujur dan adil. Yaitu dilaksanakan secara bebas, dan rahasia,” ungkapnya.

“Tapi yang terpenting itu adalah evaluasi yang menjadi pertanggungjawaban. Baik itu kepada atasan maupun masyarakat,” tambah Liando.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jerry Sumampouw dalam materinya memberikan beberapa catatan. Salah satu catatannya adalah terkait data pemilih. Karena menurutnya, data pemilih menjadi salah satu sarana dalam pemilu, untuk mewujudkan kedaulatan rakyat.

Selain itu, Sumampouw menyampaikan bahwa para komisioner juga perlu dievaluasi. “Dalam arti, sejauh mana kemampuan kelembagaan KPU melakukan pemutakhiran daftar pemilih. Walaupun KPU itu di desain bukan sebagai lembaga untuk mendata,” katanya.

“Sebenarnya tugas pokok KPU adalah menjalankan tahapan, meskipun sudah lama ada divisi data,” sambung Sumampouw.

Tampak hadir Komisioner KPU Minahasa, Lidya Malonda dan jajaran KPU Minahasa. Hadir sebagai peserta, PPK dibeberapa kecamatan, perwakilan masyarakat dan insan pers.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed