Manado – Semalam, Manado Town Square (Mantos) menjadi tempat paling istimewa di Manado. Juga menjadi tempat bersejarah bagi puluhan ribu pengunjung. Karena semalam mereka akhirnya bisa melihat langsung sosok yang selama ini hanya dikagumi lewat layar kaca. Dia adalah Presiden RI Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi.
Awalnya suasa Mantos hanya ramai seperti biasa. Tapi tiba-tiba mulai membludak ketika warga mendapat informasi Jokowi akan mengunjungi Mantos. Pasalnya info itu telah viral di media sosial sejak sore hari.
Suasana gemuruh di Mantos terdengar usai resepsionis mengumumkan kepastian RI 1 itu akan berkunjung. Resepsionis itu pun meminta para pengunjung menjaga suasana agar tetap kondusif.
Namun, beberapa menit kemudian berhembus kabar kunjungan Jokowi ke Mantos dibatalkan. Alasannya karena massa membludak sehingga tidak steril. Kabar tersebut sampai ke telinga para pengunjung. Sempat ada yang kecewa dan akhirnya memilih pulang. Tapi ternyata tak cukup membuat surut lautan manusia di sana.
Beberapa jam kemudian, Jokowi yang sebelumnya dikira tidak akan datang, akhirnya tiba dengan menggunakan mobil plat hitam. Jokowi tepatnya tiba pukul 19.50 Wita.
Ketika tampak sosok Jokowi di depan pintu masuk, teriakan gemuruh para pengunjung yang rela berdesak-desakan dan menunggu berjam-jam, membahana.
Mengenakan kemeja putih, ‘seragam’ andalannya, Jokowi dengan hangat menyambut salaman warga atau yang ingin selfie. Tampak juga Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw dan Wali Kota Manado Vicky Lumentut yang juga mengenakan kemeja putih. Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Suryabakti, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolda Sulut Irjen Pol Wilmar Marpaung, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Agusto Sulaiman dan Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian juga tampak hadir.
Teriakan warga yang antusias terus menyebut-nyebut namanya. Bahkan, tak jarang terjadi benturan antara warga dan para pengawal yang berusaha mengamankan presiden. Tanpa mempedulikan pengawalan, warga terus berupaya mendekati Jokowi.
Jokowi menyempatkan mengunjungi beberapa outlet. Sesekali dia melihat produk-produk asli nusantara. Jokowi sempat mencoba sepatu di salah toko. Sayangnya, tak ada satu sepatu yang berkenan di hatinya, jadi tidak dibeli.
Tepat pukul 22.00, rombongan meninggalkan Mantos. Masa semakin ramai memadati pintu keluar. Sebisa mungkin Jokowi menyanggupi permintaan masyarakat yang ingin berfoto maupun bersalaman. Ketika akan meninggalkan Mantos, kaca mobil tak ditutupnya. Malah, satu per satu barang di dalam mobil dibagikannya. Mulai dari buku-buku, kaos bertuliskan namanya dan pulpen. Masyarakat lintas usia terus megerumuni mobil yang ditumpangi Jokowi dan Olly. Sampai akhirnya ia pergi dan mengakhiri momen berkesan yang akan diceritakan ribuan pengunjung itu ke kerabat dan kenalan mereka.
Clairy Bolung, salah satu pengunjung yang berfoto dengannya Jokowi terlihat sangat sumringah. Foto tersebut langsung diunggah ke akun facebooknya. “Thankyu broo,” ujarnya.
Hendrik Sawuwu, yang juga sempat berfoto dengan Jokowi mengaku sangat bahagia. Foto tersebut langsung diunggah ke sosial media miliknya. “Ini kesempatan langka. Luar bisa pak presiden,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengungkapkan, blusukan Jokowi sudah menjadi hal biasa. Meski seringkali membuat para pengawal kewalahan, tapi baginya, itulah kekhasan pria asal Solo itu. “Kan sudah ada standarisasi keamanannya. Pak presiden saya kira menyadari betul itu. Tapi beliau sebisa mungkin tidak membatasi dirinya dengan masyarakat,” jelas pria yang sempat menjadi lawan Jokowi di Pilkada DKI, 2012 silam.
Lanjut dia, tak jarang dengan blusukan presiden dapat menyerap aspirasi dan mendengar keluh kesah rakyatnya.(mpc)



















