Prihatin, Anak di Lapas Tomohon Didominasi Kasus Asusila

Tomohon — Kurangnya pendidikan Agama, pengawasan orang tua serta pergaulan bebas di usia dini, membuat anak mulai kehilangan keseimbangan dalam berpikir sehingga banyak terjerumus ke hal negatif seperti melakukan tindakan asusila hingga harus berurusan dengan hukum.

Demikian dikatakan Kepala Lapas Anak Kelas IIB Kota Tomohon, Jaka Prihatin Amd IP SSos MSi menyusul anak yang ada di Lapas Tomohon paling banyak didominasi oleh kasus asusila.

“Sekitar 50 persen anak yang masuk disini adalah kasus asusila dan sisanya kasus penganiayaan, pencurian dan sebagainya,” ujar Prihatin kepada wartawan baru-baru ini.

Mantan Kalapas Timika ini sangat prihatin dengan jumlah kasus asusila yang ada di lapas itu. Menurutnya,
perhatian atau pengawasan orang tua dan Agama kurang diberikan kepada anak, padahal mereka merupakan penerus pembangunan bangsa.

“Pergaulan bebas, pahamnya anak akan sarana internet dan minum minuman keras (miras) serta jarang beribadah hingga kurangnya pengawasan orang tua terhadap perkembangan anak, ini semua menjadikan anak di luar kontrol dan terjerumus ke hal-hal negatif,” ungkapnya.

Saat ini, Lapas Anak Kelas IIB Kota Tomohon dihuni oleh 112 warga binaan. Namun sayangnya, warga binaan terbanyak malah orang dewasa diatas 20 tahun dimana mencapai 55 orang, sementara anak umur 14-18 tahun hanya 29 orang dan pemuda 28 orang.

“Saya pun waktu pindah ke Tomohon, heran karena lapas ini digabung dengan tahanan orang dewasa. Harusnya lapas ini dipisahkan dengan warga binaan orang dewasa karena beda perlakuan. Tapi hal ini sudah kami usulkan ke Kanwil Hukum dan HAM,” jelas lelaki yang baru bertugas 5 bulan di Lapas Tomohon ini.

Dirinya menambahkan jika Indonesia wilayah tengah yang didalamnya Sulawesi dan Kalimantan, baru Kota Tomohon yang ada Lapas anak. Jadi tak heran jika ada anak dari daerah lain yang terjerat hukum harus ditampung di Tomohon.(maria)

Tinggalkan Balasan

News Feed