Minahasa – Warga Desa Rerer Satu Kecamatan Kombi, Rabu (31/07), sekitar 21.00 wita, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat membusuk, dalam kamar tidur, yang belakangan diketahui bernama Christofel Sumampouw (86), oknum purnawirawan ABRI, berpangkat Sersan Mayor.
Korban pertama kali ditemukan Boy Tangkau, saat dirinya bersama istrinya hendak mengunjungi korban dengan maksud ingin menjenguk korban karena beberapa kali dihubungi anaknya dari Manado lewat telpon tak pernah tersambung.
“Saya dihubungi lewat telpon oleh anak korban dari Manado untuk tolong menengecek keberadaan korban, karena beberapa kali anaknya menelpon tak pernah tersambung ke korban. Sesampai dirumah korban, tak ada jawaban saat memanggil dan mengetuk pintu, kemudian saya pulang. Tapi, karena perasaan tak sedap, saya kemudian kembali lagi ke rumah korban sudah dengan beberapa warga dan menemukan korban sudah tak bernyawa lagi, sehingga langsung melapor ke pihak Kepolisian,” ujar Boy.
Udin salah satu saksi lain menuturkan, korban masih sempat dilihatnya Senin (29/07) sore sekitar pukul 16.30 wita, saat itu sedang berdiri didepan pintu.
“Hari itu saya masih melihat korban sehat-sehat saja,” ujarnya.
Sementara, anak korban, Ellen Sumampow, tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi ayahnya yang mulai membusuk dan mulai dimakan belatung.
“Papa sempat kami ajak ke Manado pada Jumat pecan lalu, tapi tak mau. Didalam tasnya sempat saya lihat ada slip penarikan gaji di
Bank yang sudah ditanda-tangani tinggal diambil. Papa kami memang sedang mengidap penyakit jantung, jadi mungkin itu penyebab kematiannya,” ujar Ellen.
Oleh warga dibantu Tim SAR Minahasa bersama aparat Kepolisian Sektor Kombi, jenazah korban langsung dimakamkan usai dievakuasi atas permintaan keluarga korban.
Kapolsek Kombi, AKP Sumaji, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Dari hasil olah TKP, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, korban murni meninggal karena penyakit,” ujarnya.














