Sementara Ujian Tesis Pasca Sarjana, Mahasiswa Ini Dilempar Oknum Dosen UNIMA Dengan Penghapus Hingga Memar

Minahasa – Bermaksud menyelesaikan ujian Tesis sebagai salah satu persyaratan meraih gelar Strata dua (S2), Melky Palilingan SPd, warga Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, yang merupakan salah satu Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Tondano ini malah mengalami memar dibagian pelipis mata sebelah kiri akibat dilempar penghapus oknum Dosen bertitel Profesor inisial MB.

Peristiwa memilukan yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan program pasca sarjana di UNIMA ini terjadi Jumat (28/10) pagi akhir pekan lalu, kala Palilingan sementara mengikuti ujian.

Menurut Palilingan yang juga adalah Guru pengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Tondano ini, kejadian tersebut bermula saat dirinya sementara mengikuti ujian. Saat dirinya hendak bertatanya kepada salah satuh teman sesama peserta ujian disampingnya karena ada pertanyaan yang kurangb jelas baginya, tiba-tiba sang Dosen meneriaki dan langsung melempar dengan penghapus papan tulis dan mengenai bagian mata sebelah kirinya.

“Ada salah satu pertanyaan yang dijelaskan Dosean itu pada salah satu lembar kertas ujian. Karena suara bertanya Dosen itu tidak terlalu kedengaran, saya bertanya kepada teman disamping saya di lembar mana pertanyaan yang dijelaskan Dosen tersebut yang belum jelas. Belum sempat bertanya tiba-tiba Dosen itu meneriaki saya dan langsung melempar dengan penghapus hingga mengenai mata saya,” ujar Palilingan kepada Cybersulutnews.co.id, Jumat (28/10) sore usai memberikan laporan di SPKT Polres Minahasa.

Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Edi Kusniady membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah mengambil keterangan dari pelapor dan akan segera memanggil terlapor untuk proses lebih lanjut.

“Benar ada laporan tersebut dan saat ini kami sementara melakukan proses hukum sebagaimana menindaklanjuti laporan dari pelapor,” ujar Kusniady.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jaringan Kemandirian Nasional Provinsi Sulut Theo Sagay, mendengar peristiwa ini merasa sangat terkejut dan tak menyangka. Sebab kejadian ini terjadi di dunia pendidikan dan di Universitas sekelas UNIMA.

“Sangat disayangkan memang kejadian seperti ini bisa terjadi apalagi pelakunya seorang civitas akademika yang bergelar Doktor, Meja Hijau adalah meja yang sangat sakral dimana sangat menentukan nasib seorang mahasiswa untuk berhasil atau tidaknya, kok bisa dinodai oleh oknum yang merupakan salah satu penentu nasib mahasiswa itu sendiri,” kata Sagay.

Menurutnya, kejadian ini tersebut telah menciderai dunia pendidikan di Sulut, khususny Minahasa dimana UNIMA merupakan salah satu Universitas andalan tempat para generasi muda menimba ilmu.

“Kejadian ini tentu sangat disayangkan apalagi terjadi disaat kita memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88. Apa yang akan terjadi dengan para pemuda pejuang penimba ilmu kita ke depan bila masih ada oknum Dosen yang suka bertindak arogan dan semena-mena terhadap mahasiswanya sendiri,” tukasnya sembari meminta Rektorat UNIMA dan Penegak Hukum agar dapat menindak tegas oknum Dosen seperti ini.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan