Minut – Adanya sejumlah proyek 2014 yang tidak terlaksana, akhirnya memicu Sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) dengan kisaran Rp75,3 miliar.
Hal tersebut tidak dibantah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPKBMD) Drs Max Silinaung. Menurutnya tersisanya SILPA dengan jumlah yang cukup banyak itu, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp15 miliar.
“Itu merupakan salah satu pemicunya. Karena sejumlah program kegiatan maupun proyek tidak terlaksana,” tutur Silinaung, kepada awak media.
Diungkapkan Silinaung, dari sejumlah proyek atau program yang tidak terlaksana ada disejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Masing-masing di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), yang kesemua dananya bersumber dari DAK yang tidak lagi bisa terserap karena waktu yang sangat sempit,” beber Silinaung.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappelitbang) Minut Hanny Tambani Ssos menjelaskan, untuk tahun 2015, Minut akan menerima Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp439.377 miliar.
“Ini naik dari Rp13 miliar untuk tahun 2014. Sementara itu, untuk DAK naik menjadi Rp7 miliar dengan jumlah keseluruhannya Rp74 miliar,” terang Tambani, sembari menambahkan, di tahun 2015 untuk pendapatan ditargetkan Rp714 miliar, belanja Rp752 miliar, dan devisit angaggaran sebesar Rp37 miliar.(eca gops)



















