Sondakh Lomban Pecah Kongsi ?

Walikota Bitung Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Max J Lomban
Walikota Bitung Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Max J Lomban

Bitung – Kekhawatiran sejumlah kalangan, dimana terjadi pecah kongsi sebelum masa jabatan walikota dan wawali Bitung berakhir, nampaknya mulai jadi kenyataan.

Meski tidak diungkapkan secara jelas, namun fakta bahwa walikota Hanny Sondakh dan Wawali Max Lomban sudah tidak akur lagi, sudah sangat nampak dari pernyataan Wawali Max Lomban, saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan terkait roling pejabat, Senin (30/9) usai rapat paripurna DPRD.
Ditanya kapan roling pejabat akan digelar, Lomban dengan wajah tersenyum hanya mengatakan bahwa itu bukan menjadi kewenangannya. “Soal roling pejabat, saya tidak punya kewenangan,” ujar Lomban sambil tersenyum namun terkesan menyimpan sesuatu.

Menanggapi akan hal itu, berbagai spekulasi bermunculan, karena sangat ironis seorang wakil walikota tidak mempunyai kewenangan dalam roling pejabat. Tidak hanya itu, menurut sumber yang layak dipercaya di pemkot Bitung mengatakan, sebenarnya Walikota dan Wawali sudah sejak beberapa waktu lalu tidak sejalan. Namun hal itu sengaja tidak dimunculkan ke publik.

“Hubungan walikota dan wawali itu sebenarnya sudah lama retak. Hanya saja mereka berdua selalu menujukan masih kompak di publik. Peran wawali sebenarnya sudah berkurang banyak, karena memang sengaja dibatasi,” ujar sumber yang enggan namanya diberitakan.

Salah satu penyebab keretakan pasangan Sondakh-Lomban ini menurutnya, dalam hal penempatan pejabat sejak 2012 lalu, dimana semua orang dekat Lomban, tidak pernah diakomodir. Bahkan menurut pengakuan beberapa pejabat, kalau ingin dapat jabatan, jangan terlalu dekat dengan Wangurer (baca: Wawali, karena rumah dinas Wawali dikelurahan Wangurer). “Pak wali pernah bilang, ngana kwa so talalu sering ke Wangurer,” ujar salah satu mantan pejabat yang masih belum dapat posisi. Bahkan konon, Wawali hanya diberi peran pada acara-acara sermonial.

Terkait dengan hal ini, baik walikota maupun wawali, belum dapat dikonfirmasi. (Hezky Goni)