Manado – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto menegaskan jika Sulawesi Utara darurat peredaran narkoba. Sedang, yang paling banyak menggunakan obat-obat terlarang adalah para pelajar, baik itu siswa SMP maupun SMA.
“Dari data yang kami miliki, Sulut termasuk rawan peredaran Narkoba. Itu dilihat dari angka yang terus meningkat. Di tahun 2015 pengguna siswa SMP mencapai 40 persen, SMA 30 persen, Mahasiswa 5 persen, Pekerja 15 persen serta penggangguran 10 persen,” kata Kombes Pol Sumirat kepada sejumlah wartawan akhir pecan lalu.
Demi mewujudkan generasi Sulut tanpa Narkoba tambah Sumirat, pihaknya pun telah membentuk empat Instalasi Badan Narkotika yakni, di Sulut, Kota Manado, Kota Bitung dan Bolaang Mongondow. “Ini nantinya akan mengatasi peredaran Narkoba yang sudah mencapai angka darurat,” tambah Sumirat.
“Untuk mencegah makin meningkatnya peredaran Narkoba yang semakin memprihatinkan dan membahayakan generasi muda, diperlukan juga peran Pemerintah, LSM, Tokoh Agama serta semua komponen masyarakat Sulut,” sambungnya.
Dijelaskan Kombes Pol Sumirat, di tahun 2015 ini, BNNP Sulut telah merehabilitasi para pecandu Narkoba mencapai 734 orang, dari target 1.902 orang.
“Kita belum mencapai target karena, program stop Narkoba baru dilaksanakan April lalu. Sedang, kendalanya, Sulut belum punya tempat rehabilitasi milik pemerintah. Sampai saat ini, kita masih mencoba bekerja sama dengan pihak rumah sakit yang ada,” jelasnya sembari berharap agar pemerintah dapat segera membangun tempat rehabilitasi bagi para pencandu atau pengguna barang haram tersebut.(jenglen manolong)
























