Tomohon – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota segera memasuki babak baru. Walikota Jimmy F Eman kepada wartawan mengatakan pekan depan segera membentuk tim Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Tomohon.
“Pansel akan segera dibentuk. Kita tunggu saja,” ujar Eman dengan senyum khas-nya usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD, Senin (14/11/2016).
Saat didesak lebih dalam soal Pansel ini, Eman masih enggan bicara panjang lebar.
“Kita tunggu saja, ” ujarnya lagi.
Saat disinggung soal pejabat Tomohon yang ikut Assesment yang digelar Pemprov Sulut, Eman menyebut satu nama.
“Hanya Pak Arnold Poli (Sekda) yang meminta izin,” jelas pria ramah ini.
Ketika wartawan bertanya soal keterkaitan keikutsertaan Poli dalam Assesment ini, Eman menjawab diplomatis.
“Ya, saya mempersilahakan pak Arnold kalau ingin berkarir di Pemprov Sulut. Saya juga welcome jika beliau masih ingin menjadi pejabat Essalon II di Tomohon ,” ujar Eman sambil menuju ke kendaraan dinasnya.
Dari informasi yang beredar sebelum 01 Januari 2017, Eman akan merombak kabinetnya, termasuk jabatan Sekda.
Diketahui, Assessment test adalah salah satu metode yang berbasis kompetensi yang didesign dengan mengikuti standart internasional, merupakan proses sistematis untuk menilai ketrampilan, pengetahuan dan kemampuan individu untuk menentukan keberhasilan kinerja yang unggul. Pola ini digunakan bagi para pejabat struktural untuk menempati suatu jabatan termasuk jabatan Sekretaris Daerah.
Di Tomohon sendiri sudah mencuat beberapa nama. Arnold Poli masih dijagokan mendampingi Eman-Sompotan. Ada juga nama Kadistanakan Ervienz Liuw, Assisten III Harold Lolowang dan Kadis Kehutanan Fereydy Kaligis. Nama yang juga dijagokan adalah pejabat asal Tomohon yakni Kepala BKPM Sulut Linda Wantania. Memang campur tangan Gubernur Olly Dondokambey cukup besar dalam penempatan orang-orangnya di sejumlah jabatan Sekda di semua Kabupaten/Kota di Sulut. (mar)




















