
Mitra-Aksi penipuan, kembali mengancam para pegawai di Minahasa Tenggara (Mitra). Kali ini target sasarannya mengarah ke bendahara SKPD. Seperti pengakuan dari salah satu bendahara yang meminta namanya tak diberitakan, menuturkan modus penipu ini, dengan menghubungi nomor telepon seluler, dan mengaku dari anggota Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Pertama mereka telepon dulu, dan mengaku dari BPKP. Dan langsung meminta uang dengan alasan akan membantu jika terjadi permasalahan dalam pengelolaan keuangan,” jelas sumber saat menuturkan kepada wartawan. “Saya juga tak tahu mereka dapat nomor telepon saya dari siapa. Tapi logat bicaranya bukan orang seperti orang Manado,” lanjutnya.
Pengakuan senada diungkapkan Rian, mantan bendahara SKPD di Pemkab Mitra. Dirinya menceritakan, sekira akhir tahun 2014 dirinya sempat mengalami hal yang sama. “Waktu itu sudah mau bulan desember. Mereka coba meminta sejumlah uang atas arahan dari kepala dinas, kemudian ada nomor lain lagi yang SMS mengaku dari kadis, dan meminta segera membayar permintaan dari oknum yang mengaku BPKP ini,” tutur Rian.
Lebih lanjut dirinya menuturkan, permintaan itu tak langsung merealisasikannya. “Tapi setelah konfirmasi langsung ke atas ternyata tak benar. Dan ini juga sempat dialami teman-teman bendahara lainnya,” katanya.
Sementara itu terkait masalah ini Sekkab Mitra Ir Adrianus Tinungki MEng, memintakan kepada para bendahara tak terjebak pada penipuan ini. “Hati-hati dengan BPKP siluman.Makanya itulah pentingnya berkoordinasi, jadi jika ada hal-hal seperti langsung laporkan pada atasan langsung, atau ke kepala dinas dan kepala badan. Saya yakin pun lembaga seperti BPKP tak akan mungkin melakukan ini,” kata Tinungki.(Alfian Jay)

























