ToMas dan ToGa Prihatin Kondisi Ratahan

(Foto ilustrasi)
(Foto ilustrasi)

Mitra-Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengaku prihatin dengan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Ratahan, khususnya dengan kejadian belakangan dan yang terbaru adalah terjadinya kasus penikaman.

“Sudah beberapa kali terjadi kasus ini dengan rentang waktu yang berdekatan. Ini patut kita sesalkan,” kata Tonaas Brigade Manguni Kabupaten Mitra, Jemmy Mamentu kepada wartawan. Menurut Tonaas, hal ini perlu disikapi dengan serius dan bijaksana, jangan sampai kemudian merembet dan menjadi lebih besar.

“Yang dikhawatirkan adalah bila persoalan ini merembet kalau tidak ditangani dengan tepat. Makanya aparat kepolisian dan juga pemerintah diharap dapat melakukan penanganan, pendekatan, serta mediasi yang bisa diterima semua pihak,” ungkapnya.

Lanjut Mamentu juga meminta supaya masyarakat Mitra dapat tetap melestarikan nilai budaya yang di dalamnya termasuk sikap saling menghormati dan menghargai sesama. “Ini yang perlu kita lestarikan yakni perasaan sebagai satu keluarga. Jangan sampai hal ini terkikis dan akhirnya di antara kita justru terlibat pertikaian,” sebutnya.

Sementara itu, Tokoh Agama Mitra, Pnt Benny Ompi mengungkapkan, penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang merupakan sesuatu yang serius. “Ini memang mungkin faktor kenakalan remaja. Tetapi kita minta untuk pihak kepolisian lebih pro aktif untuk kamtibmas. Sudah satu bulan ini ada saja kejadian gangguan kamtibmas. Kapolsek tolong lebih serius lagi. Kalau tidak mampu, kita minta Kapolsek diganti saja,” tegasnya.

Diketahui, Sabtu (25/10) akhir pekan lalu, salah seorang warga Ratahan teridentifikasi adalah Deddy Singon (23) warga Ratahan, harus meregang nyawa karena ditikam. Ironinya, pelaku penikaman diduga adalah teman sekompleks yang jarak rumah mereka tak jauh.(Alfian Jay)

Tinggalkan Balasan

News Feed