Minahasa – Tragedi pantai Kawis Kecamatan Kombi, yang menewaskan sembilan Remaja GMIM Sentrum Liningaan Tondano, medio 25 Mei 2013 silam, menjadi catatan sejarah memilukan bagi rakyat Kabupaten Minahasa.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa berencana membangun monumen peringatan ‘Tragedi Pantai Kawis’, tepatnya di lokasi para korban di makamkan, di pekuburan Kelurahan Ranowangko Kecamatan Tondano Timur.
Kepala Bagian Humas Pemkab Minahasa, Drs Denny C Waworuntu, Senin 3 Juni, ketikan dikonfirmasi CSN mengatakan, Pemkab Minahasa akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan monumen tersebut.
“Pembangunan makam para korban saat ini menjadi tanggung jawab Pemkab Minahasa, untuk itu pembangunannya akan dianggarkan di APBD Minahasa,” ujar Waworuntu.
Sebelumnya, Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi mengungkapkan, pihak keluarga tak perlu memikirkan pembangunan makam sembilan korban tersebut, karena telah menjadi tanggung jawab Pemkab Minahasa, sekaligus akan dibuat monumen peringatan.
Sembilan remaja yang meninggal terseret arus di Pantai Kawis tersebut yakni, Pingkan Mentu, Morina Noni Rarung, Valdo Surentu, Sherina Onggeleng, Rezky Chandra Walangitan, Gabriela Surentu, Dandry Wuisang, Angie Gabriela Tengkel dan Geronimo Mailantang, dimakamkan pada Senin (27/5) dan Selasa (28/5).














