Manado – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menularkan kebiasaan disiplin yang dijalaninya sejak di militer kepada seluruh aparatur terkait pengelolaan barang milik daerah.
Ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis Bimtek) Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) di The Sentra Hotel Manado, Selasa (10/6/2026), Gubernur Yulius mengungkapkan kebiasaan buruk anak buahnya.
Diungkapkan mantan prajurit Kopasus ini bahwa, setiap selesai rapat dengannya, para pejabat tidak pernah mengembalikan kursi yang sebelumnya mereka pindahkan ke tempat semula.
“Setelah rapat, langsung ngeloyor pergi tanpa peduli bahwa saya harus menemui tamu lain lagi. Akibatnya saya harus membereskan lagi kursi-kursi seperti sedia kala,” ungkapnya.
Demikian juga dengan para staf khususnya. Ia membeberkan bahwa kelakuannya tidak beda dengan para birokrat.
“Para staf khusus juga banyak yang nakal-nakal nih. Selesai rapat main pergi-pergi aja dengan membiarkan posisi kursi berantakan,” bebernya.
Gubernur Yulius bahkan mengaku pernah mau masuk ruangan tidak bisa, karena pintu masuk terhalang meja panjang yang tidak dibereskan atau dikembalikan ke tempatnya usai digeser-geser saat ada acara.
“Saya merasa seperti dikerjai mereka. Betul kan, kalian tidak pernah beberes,” kata Gubernur Yulius sambil menunjuk-nunjuk bawahannya, yaitu, para Kadis, Kaban dan Karo yang hadir di acara ini yang disambut anggukan dan senyum mereka.
Dengan menyampaikan fakta kebiasaan buruk bawahannya, Gubernur Yulius terlihat mau menekankan tentang disiplin mengelola barang, bahwa, selesai digunakan harus dikembalikan.
Ia mencontohkan, waktu dia berdinas di Militer ketika diberikan fasilitas (barang) terkait jabatannya, semuanya harus dicatat.
Misalnya, diberikan senapan dan pistol, harus dicatat detail, jenis, ukuran, dan lainnya. Jumlah peluru juga harus dicatat. Selanjutnya, jika diberi topi dan rompi anti peluru, juga dicatat. Fasilitas kendaraan dan rumah pun harus dicatat.
“Nah begitu pindah tugas atau berhenti dalam jabatan, fasilitas (barang) yang diterimanya harus dikembalikan lagi dengan catatannya. Ketika dikembalikan, harus dilaporkan barang yang kondisinya baik, rusak ringan atau rusak berat,” kata Gubernur Yulius.
Menurutnya, prinsip pengelolaan barang di militer tidak beda jauh dengan yang ada di pemerintahan daerah. “Semuanya harus dicatat dan dipertanggungjawabkan penggunaannya,” ujarnya.
Ia menuturkan awal mula jadi gubernur, ia terlebih dahulu mencari tahu soal tugas, wewenang dan tanggung jawab.
“Saya pertanyakan tugas, wewenang dan tanggung jawab saya apa? Di mana saya lakukan pekerjaan selama lima tahun ke depan. Begitu saya lihat tanggung jawab bukan hanya personel tapi ada materil yang dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
“Personel dari lahir sampai mati kita urusi. Sama juga barang dari pengadaan hingga dihapuskan itu dicatat semua,” tegasnya.



















