Walikota Tomohon Hadiri Rakornas Tim  Pengendali Investasi Daerah

Tomohon – Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-VI Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (27/05/2015). Rakornas ini dibuka dan dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo bersama para Menteri.

Kepala Bagian Administrasi Humas dan Protokol Setda Kota Tomohon FF Lantang SSTP yang mendampingi Walikota mengataka kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mensinkronkan cara-cara pengendalian Inflasi yang terbaik apabila terjadi di daerah-daerah maupun di tingkat nasional.

“Kehadiran Walikota Eman dalam kegiatan tersebut menurut Lantang, sangat-sangat penting untuk mendengarkan dan membahas pokok-pokok pikiran dalam mengendalikan inflasi. Sekaligus memperoleh formula yang selaras dengan daerah lainnya dalam membangun dan memajukan Kota Tomohon yang adalah bagian dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang juga membutuhkan Percepatan pembangunan proyek infrastruktur pertanian, jalan, pariwisata, energi untuk meningkatkan kapasitas laju pembangunan daerah seiring dengan majunya pembangunan di daerah-daerah di KTI,” jelas Lantang.

Rakornas VI TPID 2015 ini mengambil tema: Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Stabilisasi Harga Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembenahan Tata Niaga di Daerah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, Presiden Jokowi tidak hanya  membuka Rakornas TPID 2015, tetapi juga memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh ‎432 perwakilan TPID dari berbagai daerah.

“Terima kasih Bapak Presiden berkenan hadir untuk yang pertama kali sepanjang penyelenggaraan Rakornas ini,” kata Martowardojo.

Martowardojo mengatakan, dari lima kali rapat TPID yang telah berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya, baru rakornas ke-6 ini Presiden Indonesia dapat hadir dan memimpin langsung rapat tersebut.‎‎

“S‎emua akan merumuskan solusi, stabilisasi dan tantangan inflasi di berbagai daerah,” pungkasnya.

Diketahui pemberian perlakuan khusus dari pemerintah pusat kepada KTI antara lain dalam bentuk insentif APBD dan subsidi jangka pendek yang berdampak bagi pelaksanaan pembangunan di daerah termasuk Kota Tomohon.

Oleh karena itu kebijakan dan implementasi yang dikelola dengan baik tentu akan dapat mendukung program pemerintah sehubungan dengan dampak inflasi.

Meningkatnya perdagangan antar daerah di KTI adalah untuk memperlancar arus barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah defisit dengan didukung oleh informasi stok dan harga bahan-bahan pokok dan barang strategis yang terintegrasi serta peningkatan peran Bulog dalam menjaga stok dan stabilitas harga beras dan komoditas strategis lainnya yang berpengaruh besar terhadap inflasi.

Hadir dalam pembukaan Rakornas TPID 2015 diantaranya Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menko bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dakiri,Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri ESDM Sudirman Said. (maria)

Tinggalkan Balasan