Warga Kasuratan Cemas, Limbah Pabum PT PGE Lahendong Ancam Lahan Pertanian

PT PGE Lahendong
PT PGE Lahendong

Minahasa – Warga Desa Kasuratan Kecamatan Remboken cemas dengan hasil pertaniannya. Pasalnya, puluhan hektar sawah milik mereka terancam gagal panen akibat limbah dari proses eksploitasi panas bumi (Pabum) milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, yang beroperasi di wilayah mereka mulai mencemari lahan.

Welly Koloay, salah satu warga Kasuratan kepada CSN, Rabu (17/09) menuturkan, dirinya khawatir bila padi miliknya yang terancam gagal panen, dikarenakan pasokan air bersih yang masuk disawah garapannya mulai berkurang.

“Hasil panen petani disini (Kasuratan, red) mulai menurun sejak proyek pengeboran ini beroperasi. Bahkan, ada yang sama sekali tidak bisa merasakan hasil panen, karena sudah rusak sebelum dipanen, akibat limbah dari pengeboran yang sudah masuk kewilayah persawahan. Padahal, sebelum ada aktifitas PT PGE, hasil pertanian kami normal-normal saja dan pasokan air stabil,” keluh Koloay.

Parahnya lagi, menurut Koloay, bila dahulu pasokan air selalu ada sehingga dirinya dan rekan-rekannya sesama petani bisa leluasa menanam, kini dirinya dan petani lainnya harus menunggu musim hujan tiba karena pasokan air mulai berkurang.

“Tidak ada lagi air yang masuk kesawah, sehingga bila kita ingin menanam padi harus menunggu musim hujan, kalau tidak kami tidak bisa mengarap sawah,” ujarnya sembari berharap ada perhatian dari pihak PT PGE Lahendong dan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Senada, diungkap Jost Muaya, tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, pelaksanaan pengeboran PT PGE yang ada saat ini telah sangat merugikan para petani dan masyarakat.

“Dampak dari pembuangan limbah ini, air danau yang menjadi lahan untuk masyarakat mencari ikan, sudah berwarna hitam kecoklatan. Tak hanya itu, ikan yang ditangkap oleh masyarakat ditambak atau danau kecil ini, kalau dimasak rasanya sudah tidak sama ikan, melainkan sudah bersama seperti bensin. Selain itu, lokasi sawah yang berada dekat dari saluran pembuangan limbah, daunnya cepat menguning meskipun belum kelihatan ada buah yang keluar,” ungkapnya.

Sementara, pihak PT PGE Lahendong, hingga berita ini diturunkan belum terkonfirmasi.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan