Warga Tolak SMPN 5 Tondano Ditutup

Minahasa – Sejumlah warga, khususnya berada di Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara dan sekitarnya, menyatakan menolak apabila SMP Negeri (SMPN) 5 Tondano ditutup pengoperasiannya terhitung tahun Ajaran 2015/ 2016.

Penolakan dari sejumlah warga ini terungkap saat Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa mendapat surat penolakan yang dikirim ke DPRD Minahasa dan didukung dengan tanda tangan sejumlah warga yang menolak.

Ketua Komisi II DPRD Minahasa, Denny Kalangi, kepada Cybersulutnews.co.id, Rabu (22/04/2015) membenarkan hal tersebut.

Dirinya mengatakan, menindak lanjuti surat keberatan atau penolakan dari warga ini, Komisi II DPRD Minahasa langsung melakukan rapat, kemudian dari hasil kesepakatan rapat, Anggota Komisi akan menindak lanjuti surat tersebut dengan melakukan peninjauan lapangan.

“Ada wacana SMPN 5 Tondano akan ditutup. Warga kemudian melakukan penolakan dengan menyurat ke DPRD, kami langsung rapat dan sepakat akan menindak lanjuti hal ini dengan uji petik di lapangan, yang direncanakan akan turun Jumat pecan ini,” ujar Kalangi.

Sebelumnya, oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa menyatakan, terhitung sejak tahun ajaran baru 2015/ 2016, SMPN 5 Tondano, yang terletak di Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara, dipastikan tutup pengoperasiannya.

Kepala Dikpora Minahasa, Drs Jemmy PH Maramis mengatakan, tahun ini SMPN 5 Tondano direncanakan berganti status menjadi Sekolah Keperawatan dibawah SMK Negeri 1 Tondano. Pernyataan Maramis ini bahkan pernah dipertegas Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi beberapa waktu lalu.

“Tahun ajaran 2015/ 2016 tak lagi menerima murid baru, rencananya bangunan sekolah ini akan jadi sekolah keperawatan yang legalitasnya akan diatur kemudian,” ujar Maramis.

Sementara, baik siswa/ siswi yang tak lagi lebih dari 40 murid ini, maupun guru-guru di SMPN 5 Tondano ini akan dipindahkan kesekolah lain, setelah tahun ajaran 2014/ 2015 usai, sedangkan data pokok pendidikan murid akan ditransfer ke sekolah tujuan yang baru.

“Sekolah ini tak lagi diisi Kepala Sekolah, hingga akhir tahun ajaran nanti akan ditangani pelaksana tugas. Sementara, semua murid di sekolah tersebut akan di pindah bergabung ke sekolah yang lain tergantung kemauan siswa/ siswi itu sendiri,” ujarnya.

Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, sejak beberapa tahun terakhir, memang tak ada lagi perkembangan signifikan yang terjadi di SMPN 5 Tondano ini, bahkan minat calon siswa untuk masuk ke sekolah ini dipastikan menurun. Terakhir, sekolah ini hanya memiliki tak lebih dari 40 siswa/ siswi jumlah total dari kelas VII hingga kelas IX.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan