Wurangian : Kalau Saya Wali Kota Manado ?

Manado- Mendekati pemilihan walikota (Pilwako) Manado, ada beberapa calon yang mulai bermunculan, baik wajah-wajah lama maupun yang baru, antara lain GS Vicky Lumentut, Harley Mangindaan, Richard Kainage, Jimmy Asiku, Jackson Kumaat, Teddy Kumaat dan calon lainnya.

Namun demikian, sejak beberapa kali pergantian kepemimpinan di Pemerintah Kota (Pemkot) Manado tak ada gebrakan signifikan mengenai pembangunan infrastruktur maupun pembangunan masyarakat kota Manado itu sendiri. Seabrek permasalahan kota, dari permasalahan drainase, kebersihan, penataan pusat rekresi keluarga, tingkat keamanan dan masalah-masalah lainnya masih jauh dari harapan masyarakat.

Apa pendapat warga Manado seandainya dirinya jadi Walikota Manado ? Demikian disampaikan Donny Wurangian, warga Manado, bahwa warga Manado itu sudah cerdas, dan tahu mana pemimpin yang punya visi dan misi jelas.

“Kalau saya jadi walikota Manado, tentu salah satu yang menjadi prioritas adalah penataan kota yang di dalamnya adalah pengembangan pusat-pusat pariwisata, disitu bersinergi dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Disini misalnya kawasan pantai Malalayang yang harus dimaksimalkan, karena destinasi pariwisata Sulut dan dunia yakni taman laut Bunaken berhadapan dengan pantai Malalayang,” kata Wurangian.

Lanjutnya, kota-kota atau daerah yang ada di Indonesia bahkan dunia akan dikenal bahkan bisa menyamankan pendatang maupun warganya ketika bisa membangun pariwisatanya. Jika Kota Manado menarik bagi pariwisata manca negara maupun lokal, tentu nilai tambah bagi masyarakat Manado yang harus difasilitasi untuk menciptakan peluang-peluang membangun ekonomi kreatif. Jika ekonomi warga baik, maka jelas masyarakat akan sejahtera dan tingkat kejahatan akan berkurang. Namun hal itu diperlukan kerja keras, dan motornya adalah pemerintah.

“Jelas harus ada konsep berkesinambungan mengenai pembangunan pusat-pusat pariwisata di Manado. Lalu ada jargon Manado sebagai pariwisata dunia, namun buktinya saat ini tidak ada, malah konsep itu tak pernah dibuktikan. Padahal, jika membangun pariwisata di Manado tentu bukan persoalan mudah. Jika kendala dipendanaan, jelas musti ada master plan jangka panjang, semisalnya eksekusinya dengan jangka waktu 20 tahun atau lebih yang jelas harus dilaksanakan walaupun nantinya ada pergantian pimpinan atau walikota secara berkelanjutan,” ucapnya.

Jelas Wurangian, penataan kawasan pariwisata harus jelas pula. Tentu daerah Malalayang atau sepanjang pantai Malalayang sangat menjual untuk lebih ditata lagi. “Selain perlu di perlebar jalan yang ada, terminal Malalayang juga harus jadi perhatian, dan sudah tak layak berada di tempat saat ini dan harus kordinasi dengan pihak terkait untuk dipindahkan ke wilayah lain atau tepat pintu masuk kota Manado. Kalau pun tidak bisa harus ditata secara baik, dan tidak terkesan semraut seperti saat ini. Padahal potensi pantai Malalayang bisa disulap menjadi tempat rekreasi keluarga dan pariwisata yang sangat baik,” kata Wurangian, sembari menimpali kebersihan dan keamanan daerah hal terpenting lainnya yang harus menjadi perhatian serius.

“Kalau kita paparkan berbagai konsep pembangunan Manado tentunya sangat banyak, tetapi yang menjadi prioritas adahal mengenai penataan kota plus kebersihan dan drainase yang baik pula, penataan ruang publik plus pusat rekreasi keluarga yang nyaman, serta memupuk peran serta masyarakat untuk mencintai kota Manado dengan menciptakan keamanan dan ketertiban kota. Justru itu konsep pembangunan berkelanjutan yang harus dirumuskan bersama DPRD Manado maupun pihak-pihak lain, seperti pers, LSM, tokoh masyarakat perlu dilakukan untuk mendapatkan formula yang tepat dari berbagai masalah di Kota Manado. Jangan yang ada setiap ganti walikota konsepnya berbeda bahkan lari dari pembangunan yang sudah dirintis oleh pemerintah sebelumnya,” jelasnya lagi dan menyambung seorang pimpinan harus benar-benar bersih dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN).

“Yang ada, kalau siapa yang memimpin maka semua orang-orang dekat bahkan keluarga mendominasi dalam pemerintahan itu, ataupun proyek-proyek yang sudah dimainkan secara salah dengan diperuntukan bagi kroni-kroni, orang terdekat bahkan keluarga sedarah. Ini harus dijauhkan, kita mencontoh Gubernur DKI Ahok yang membuktikan sebagai pimpinan yang berani dan bersih,” terangnya. (Veb)

Tinggalkan Balasan