Jasad Kepsek SMA Adven Klabat Belum Ditemukan, Tim Manguni Polda Sulut Join Investigasi Bersama Polres Bolmong dan Manado

Manado – Tim Manguni Polda Sulut hingga kini masih berupaya mencari keberadaan jasad, Esrom Sentinuwu, Kepala Sekolah di SMA Adven Klabat yang ditenggelamkan di Pantai Inobonto, Kabupaten Bolmong oleh empat tersangka masing-masing, Brigadir JL alias Jeklin, LP alias Lisa, JP alias Jil serta NP alias Novri.

“Sampai saat ini Tim Manguni dibantu Tim Sar Polda Sulut masih berada di TKP, dan berusaha mencari keberadaan korban. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini korban bisa kita temukan,” kata Direskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi kepada wartawan, Rabu (28/10/2015).

Empat pelaku yang diduga menghilangkan nyawa korban pun kata Kombes Pol Pitra, telah diamankan pihaknya. Pelaku sendiri saat ini berada di Desa Inobontoh, bersama Tim Manguni untuk menunjukan dimana letak jasad korban ditenggelamkan.

“Dan untuk memperjelas kasus ini, Tim Manguni telah join investigasi dengan Polres Bolmong dan Manado. Hal itu dilakukan supaya Polres Bolmong dan Manado bisa membantu Tim Manguni dalam mengumpulkan bukti serta keterangan dari saksi-saksi,” jelas Kombes Pol Pitra.

Seperti informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, sejak Senin (26/10/2015) sore, pelaku telah diamankan Tim Manguni di Polda Sulut. Dari keterangan yang dituturkan pelaku Jeklin yang diketahui oknum anggota polisi di Polsek Tenga, Minsel. Ia menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati, mengetahui pelaku Lisa telah menjalin asmara dengan sang korban.

Padahal kata Jeknil, Lisa adalah pacarnya. Niat ingin menghabisi nyawa korban pun langsung muncul dibenah Jeklil. Rencana untuk menculik korban kemudian mulai disusun.

Puncaknya, Selasa (20/10/2015). Pelaku Lisa yang mengaku sudah tiga tahun menjalin asmara dengan korban tiba-tiba menghubungi korban. Mereka pun bertemu di rumah makan Mawar Saron Samrat, pada pukul 16.00 Wita.

Setelah beberapa jam berbincang, korban kemudian mengajak Lisa untuk menuju ke Malalayang. Diperjalanan, pelaku Jeklin, Novri dan Jil dengan mengendarai mobil Avanza berwarna silver membuntuti korban.

Setelah tibah di Malalayang, tepatnya di samping tugu Boboca, korban kemudian diculik pelaku hingga ke Desa Inobonto. Sepanjang perjalanan, pelaku Jeklin yang tak bisa menahan amarahnya, terus memukuli sang korban.

Korban pun meninggal setelah pelaku menghantamkan batu ke arah kepala korban. Melihat korban meninggal dunia, pelaku lantas menenggelamkan jasad korban dengan cara mengikat tubuh korban dengan batu.

Hal itu dilakukan para pelaku, untuk menghilangkan jejak. Dilanjutkan pelaku, korban ditenggelamkan di pantai dengan kedalaman 20 hingga 30 meter.

Pelaku Lisa sendiri mengaku, selama empat tahun menjadi bawahan korban di SMA Adven Klabat. Tiga tahun ia menjalin asmara dengan sang korban. Mereka pun sudah melakukan hubungan seks sebanyak puluhan kali.

“Sudah 30 kali Komandan. Kami lakukan ditempat berbeda.” kata Lisa dengan kepala tertunduk, menceritakan hubungan asmaranya dengan sang korban.

Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, pihak keluarga korban yang menunggu perkembangan kasus penculikan disertai pembunuhan, nampak histeris ketika para pelaku digelandang ke Mapolda Sulut.

Di Mapolda, keluarga korban meminta agar pelaku diberikan hukuman yang berat. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan