Sekda Korengkeng: TPID Punya Peran Strategis Jaga Stabilitas Harga Komoditi di Daerah

Minahasa – Keberadaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Minahasa memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka menjaga stabilitas harga komoditi di daerah.

Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jefrry Robby Korengkeng SH MSi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Kabupaten Minahasa Tahun 2017, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bersama dengan Bank Indonesia Sulawesi Utara, bertempat di ruang sidang Kantor Bupati Minahasa, Senin (20/02).

Sekda Korengkeng dalam membacakan sambutan mewakili Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi mengatakan, mewujudkan peran TPID yang sangat strategis ini, perlu adanya kinerja tim yang maksimal. Menurutnya, hal ini dapat diwujudkan dengan adanya dukungan dan sinergitas dengan stakeholder terkait karena upaya untuk mengatasi masalah rantai pasokan komoditas pangan yang belum efisien menjadi kunci utama dalam memelihara stabilitas harga.

“Kondisi saat ini menunjukan bahwa tantangan pengendalian inflasi secara spesifik berkaitan erat dgn keterbatasan infrastruktur pertanian, maraknya alih fungsi lahan serta keterbatasan konektifitas dgn para pelaku usaha maupun stakeholder terkait pemasaran hasil komoditas pangan,” ungkap Sekda Korengkeng.

Dalam konteks rakor ini sangat penting untuk membahas dan mencari solusi bersama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta menjaga suplay dan distribusi pangan maupun bahan bakar agar kita mampu menjaga infalasi di daerah.

“Diantaranya yang sangat komplex adalah kondisi harga kebutuhan bahan pokok yang fluktuatif khususnya Cabe, kondisi cuaca yang disadari sanga berpengaruh pada ketersedian dan pasokan komoditas bahan pokok, ketersedian tabung gas LPG 3 Kg serta kelancaran transportasi pengangkutan bahan pokok,” ujar.

Rakor ini dihadiri oleh mewakili Kepala Perwakilan BI Sulut Soekowardojo bersama tim, mewakili PT Pertamina Sales Area Manager Cabang Manado Arief Sikoh bersama tim, Asisten Ekonomi & Pembangunan Setdakab Minahasa DR Wilford Siagian MA, Asisten Administrasi Umum Hetty Rumagit SH, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Ir Suhban Frans Torar, Kepala Dinas Pangan Ir Wenny Talumewo, Kepala Dinas Perhubungan Ronny Suwarno SSos, Kepala Dinas Perdagangan Moudy N Lontaan SSos, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Joudy Kapojos SH, Kepala BPKAD Dra Riany Suwarno,  mewakili Satpol PP, Bappeda, Bagian Hukum, Ekonomi, SDA, Bulog, PDAM, serta pelaku usaha yang lainnya.

Sementara, dalam penyampaian materi turut oleh Wakil Bupati Minahasa Ivan SJ Sarundajang menyampaikan bahwa, perlu adanya pengendalian monitoring dan pengawasan secara berkala terkait harga serta jumlah pasokan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Perlu adanya kebijakan perangkat daerah terkait untuk mendukung ketersediaan infrastruktur pertanian, diantaranya ketersediaan pupuk, masalah irigasi, distribusi pasar dan hal-hal lainnya yang terkait,” pungkas Ivansa.

Di akhir rakor pun ada info dari Pertamina untuk bonus-bonus bagi ASN yang akan menggunakan Gas LPG 5 Kg, dan disosialisasikan pula pecahan uang baru dari Bank Indonesia serta diberikan kesempatan kepada setiap orang yang menukar uang baru dalam berbagai pecahan.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan