Bangun Sarana Prasarana, Walikota Carol Senduk Ajukan Proposal PEN 300 Milyar

Tomohon – Walikota Caroll Senduk SH mengajukan proposal Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Kemendagri dan Kemenkeu RI Senin (12/04/2021).

Konsultasi ke kementerian Dalam Negeri RI, Walikota Caroll diterima langsung oleh Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan pinjaman daerah, Ibu Marisi Parulian. Sementara di Kementerian Keuangan RI, Walikota diterima langsung oleh Direktur Kapasitas dan Pelaksana Transfer, Bapak Bhimantara Widyajala yang didampingi Dudi Hermawan (Kasubdit Pembiayaan dan Penataan Daerah).

Walikota pun berharap proposal ini akan disetujui sehingga dapat segera direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pengajuan proposal PEN ini adalah salah satu usaha saya dan Pak Wenny selaku Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, dalam rangka menopang realisasi program2 kami untuk terwujudnya visi misi kami. Semuanya demi kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon,” tegas Caroll.

Walikota menjelaskan jika besaran pinjaman PEN yang kami ajukan adalah sebesar 300 Milyar, berbentuk pinjaman kegiatan. dimana dana tersebut meliputi kegiatan di hampir semua sektor.

“Seperti sektor kesehatan yakni penambahan fasilitas rawat jalan dan fasilitas lainnya di RSUD. Pendidikan untuk Pengembangan budaya dan alat-alat IT di sekolah-sekolah. Untuk sektor PU adalah Pengembangam jalan dan jbatan, pembangunan IPAL, Normalisasi sungai, pembangunan SPAM dan drainase perkotaan.Permukiman (perbaikan rumah tinggal layak huni) serta sektor2 lainnya seperti pariwisata, lingkungan hidup dan lain-lain,” urai Caroll lagi.

Sementara itu Direktur Fasilitasi Dana perimbangan dan pinjaman daerah mengatakan pada prinsipnya Kemendagri menunggu persetujuan dari Kemenkeu dan dlm waktu paling lambat 3 hari setelah persetujuan dari Kemenkeu, akan diterbitkan surat rekomendasi dari Kemendagri utk pemberian pinjaman PEN.

Dan jika permohonan ini telah disetujui dan diproses, kiranya dalam panfaatan dana ini agar dipergunakan dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yg berlaku untuk kepentingan masyarakat, serta hindari penyalahgunaan, karena apabila disalahgunakan akan berhadapan dengan hukum.

Selain itu, karena pinjaman ini berbentuk pinjaman kegiatan,maka diharapkan dalam pelaksanaannya lebih memberdayakan tenaga kerja lokal, dan bahan bakunya diambil dari hasil2 lokal. Karena salah satu tujuan dari pinjaman PEN ini adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat akibat covid-19.

Turut hadir mendampingi Walikota dalam konsultasi ini Kepala BPKPD Drs Gerardus Mogi MAP dan Kabag Prokopim Christo Kalumata SSTP.(mar)

Leave a Reply