Minahasa – Dalam rangka membantu meningkatkan taraf ekonomi di tengah pandemi COVID-19, Pemerintah Desa Kanonang Satu Kecamatan Kawangkoan Barat memberdayakan masyarakat berusia produktif untuk bertani, dengan bantuan dana stimulan yang bersumber dari bidang lima bagian penguatan ketahanan pangan di Dana Desa.
Kumtua Desa Kanonang Satu Luki Kasenda mengatakan, hal ini dilakukan agar semua masyarakatnya boleh tersentuh dengan bantuan yang bersumber dari Dana Desa, namun tidak hanya digunakan untuk habis begitu saja, melainkan diberdayakan untuk modal bertani agar bisa menghasilkan pemasukan untuk peningkatan taraf ekonomi keluarga, dengan tujuan untuk ketahanan pangan.
“Kita memberikan Bantuan Langsung Tunai hanya kepada warga Lansia dan yang memiliki penyakit menahun. Tapi untuk masyarakat yang berusia produktif, kami merangsang mereka dengan dana stimulan untuk digunakan sebagai modal bertani,” kata Kasenda.
Menurutnya, ada 95 orang berusia produktif yang mendapat bantuan stimulan, yang umumnya mereka yang diberhentikan dari perusahaan, tukang ojek yang berhenti karena kurang penghasilan. Dimana, mereka dibagi dalam 5 kelompok bertani, untuk menggarap lahan bercocok tanam dengan beberapa komoditi pertanian diantaranya, menanam cabe, tomat, bawang mewah.
“Masing-masing orang kami bantu Rp 1,5 juta. Jadi kalau seandainya dalam satu kelompok ada 20 orang maka ada dana sebesar Rp 30 juta untuk modal usaha bertani. Hasil keuntungan dari bertani nanti, akan dikembalikan kepada masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
“Ini semua kami lakukan semata mata untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa, ditengah situasi sulit seperti ini karena adanya pandemi COVID-19, masyarakat jangan menyerah, melainkan produktif dan bertani untuk ketahanan pangan agar kita tidak kesulitan pangan, utamanya bagi diri kita sendiri dan keluarga,” tukasnya.
Sementara, Bupati Minahasa Royke Octavian Roring MSi, mengaresiasi langkah inovasi yang dilakukan Kumtua Kanonang Satu ini ketika dirinya berkunjung untuk mencanangkan Desa Kanonang Satu sebagai “Desa Mapalus Mantap COVID-19”, Kamis (02/07) pagi.
Menurutnya, langkah Pemerintah Desa Kanonang Satu dalam memberdayakan masyarakat usia produktif yang tak lagi berpenghasilan, untuk bertani dengan rangsangan dana stimulan, sangatlah bijak dan tepat, serta patut dicontoh Desa lain di Minahasa.
“Langkah ini patut diapresiasi dan dicontohi. Jadi masyarakat yang diberdayakan ini tidak hanya menggunakan uang bantuan dan langsung habis begitu saja, melainkan bisa menggunakan uang tersebut sebagai modal usaha bertani, yang nantinya akan mendapatkan keuntungan untuk dinikmati ketika panen nanti,” kata Bupati ROR.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan Kumtua, Perangkat Desa dan masyarakat Kanonang Satu, menjadi contoh bagi 269 Desa yang lain di Minahasa, dimana bantuan digunakan tepat sasaran yaitu menjadi modal usaha yang dikelolah melalui kelompok-kelompok yang dibentuk, dan semua menuai hasil yang memuaskan yang tentunya perlu diapresiasi dan dicontoh Desa desa yang lain,” pungkasnya.(fernando lumanauw)





















