Berlinang Air Mata, Ratusan Mahasiswa Papua Demo Minta Perlindungan di Kantor Gubernur Sulut

Manado – Pasca pertikaian yang terjadi Minggu (19/10) antara oknum mahasiswa Papua dengan warga Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano Selata , ratusan mahasiswa Papua Selasa (21/10) pagi ini datangi kantor Gubernur Sulut berdemo untuk meminta keadilan.

Dalam tuntutannya, mereka meminta kepada pihak pemerintah, pihak berwajib untuk bisa melindungi hak mereka untuk bisa melanjutkan studi di Sulut.
Selain itu, kepada pihak media juga yang memberitakan selama ini dirasa tidak adil. Sebab yang terjadi bukan seperti yang diberitakan, sebab disini mahasiswa Papua adalah korban bukan pelaku sampai tawuran itu bisa terjadi.

“Kami minta kepada seluruh pihak pemerintah Sulut untuk bisa melindungi kami. Sebab kami merasa saat ini kami tertekan dengan kejadian ini. Dan kepada media-media untuk bisa memberitakan kejadian yang sebenarnya, karena beberapa media telah salah memberitakan kejadian tersebut,”kata salah satu Korlip demo damai ini.

Lanjutnya, meminta agar teman-teman mereka yang ada di Tondano tepatnya di Asrama Cendrawasih agar dilepaskan untuk bisa bergabung dengan mereka di Manado. Sebab mereka disana, dianiaya dan sampai saat ini ada yang belum makan.

“Jumlah mereka sekitar empat ratus lebih, kami meminta agar mereka dilepaskan dan bisa bergabung dengan mereka di Manado,”ujar mereka.

Tambah mereka, sebelum mereka di bebaskan, maka jenazah korban yang meninggal belum akan dikirim kembali di Papua.

“Jenasah tidak akan dikubur sebelum teman-teman dari Tondano dikembalikan untuk bergabung ke Manado,”ungkap mereka dengan berlinang air mata.

Lanjutnya, tambah mereka, jika permintaan ini tidak diindahkan, maka mereka siap pulang ketanah Papua.(Ay)

Tinggalkan Balasan