BI Akui Dana CSR Belum Dipublikasikan Disperindag

 

Pasar murah natal
Pasar murah natal

Manado – Menyusul dugaan dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang dihimpun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, dalam kegiatan pasar murah belum dipublikasikan, membuat kaget dan diakui salah satu pemberi dana tersebut Bank Indonesia (BI).

“Benar tuh,” ujar singkat Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Eko Siswantoro, menjawab pertanyaan wartawan apakah dana CSR sudah dipublikasikan.

Ditanya apakah laporan balik dari Disperindag soal penggunaan dana CSR sudah diterima, Eko langsung menepisnya. “Belum sempat saat ini,” ungkapnya. BI sendiri, menurut Eko, menyerahkan langsung ke bank-bank yang ada di Sulut untuk memberikan dana CSR ke kegiatan pasar murah disperindag. “Kita serahkan ke bank-bank sendiri,” ucap Eko.

Sebelumnya diberitakan, dana pasar murah selain memanfaatkan dana CSR perbankan dan lembaga BUMN lainnya, juga menggunakan dana APBD yang disebut-sebut mencapai Rp1 miliar. Ada dugaan terjadi penyimpangan pemanfaatan dana pasar murah tersebut karena tidak tersalur 100 persen.

Pihak Disperindag sendiri hanya menjelaskan soal penggunaan dana CSR tersebut, sedangkan dana di APBD tidak. “Dana pasar murah CSR masih tersisa dan sekarang tersimpan di bank sebesar Rp170 juta. Rencananya kami akan memanggil penyandang dana CSR itu dan akan laporkan penggunaan keuangannya,” ujar Kepala Bidang Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong.

Sedangkan soal penggunaan dana APBD yang disebut-sebut mencapai Rp1 miliar, sempat juga diakui Wajong. “Ya mungkin sekitar begitu (maksudnya Rp1 miliar). Tapi anggaran itu sudah termasuk pasar murah di idul fitri,” akunya pada sejumlah wartawan belum lama ini.

Sekedar diketahui, kegiatan Pasar Murah Disperindag Sulut ditangani oleh Bidang Perdagangan Dalam Negeri. Dan dalam kegiatan di lapangan dijalankan Kepala Seksi Bina Pasar dan Distribusi, Olga Mokoginta. (nancy)

 

 

Tinggalkan Balasan

News Feed