Bitung- Provinsi Sulawesi Utara termasuk didalamnya kota Bitung adalah daerah yang rentan dengan bencana, baik dilihat dari segi geografis, geologis, hidrologis maupun demografis. Untuk itu diperlukan upaya strategis dalam memetakan dan memahami ruang lingkup penanggulangan bencana sebagai bagian pembangunan dan pengurangan risiko bencana dalam sektor pembangunan di daerah khususnya kota Bitung.
Demikian hal ini disampaikan oleh Sekertaris Daerah Kota Bitung, Drs. Edison Humiang, M.Si saat membuka secara langsung kegiatan Lokakarya Penilaian Kapasitas Lokal dalam Pengurangan Risiko (PRB) Bencana Tahun 2014, bersama Pimpinan BNPB Pusat, Dian Agustini dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulut, Jimmi Mokolensang, Kamis (13/11) di Wisma Pelaut Bitung.
Pada kesempatan tersebut Humiang memaparkan bahwa pemberian perlindungan bagi penghidupan setiap warga negara merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan karena sesuai dengan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia bertanggung jawab untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk didalmnya perlidungan atas dampak terjadinya bencana.
“Bukanlah masalah yang mudah untuk meminimalisir dampak buruk dari setiap becana yang terjadi, dibutuhkan dukungan sumber daya aparatur dan masyarakat yang memadai, sehingga dengan diselenggarakanya kegiatan ini maka akan mempedomani kita semua untuk mencari solusi serta langkah tepat dan cerdas dalam menangani permasalahan tersebut, ” tutur Humiang.
Humiang berharap kegiatan Lokakarya Penilaian Kapasitas Lokal dalam Pengurangan Resiko Bencana atau Local Government Self Assessment Tool For Disaster Resilience (LG-SAT) ini sebagai wadah untuk menilai kapasitas lokal di daerah, dalam pengurangan risiko bencana, melalui proses review secara berkala terhadap implementasi pengurangan risiko bencana dan upaya-upaya membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana. Turut hadir dalam Lokakarya tersebut para Kepala SKPD di jajaran Pemkot Bitung, tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya. (hezky)


























