Minut – Komitmen PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) dalam mengaplikasikan serta mengimplementasikan program Corporate Social Responsbility (CSR) atau Community Development (Comdev) terhadap 10 desa lingkar tambang Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, mulai menuai pertanyaan.
Pasalnya, sampai hari ini, retorika tersebut masih menjadi surga telinga bagi 10 desa di Kecamatan Likupang Timur (Liktim). Dana yang di-plot sekitar USD 1,2 juta pada tahun 2014 sampai saat ini tidak direalisasikan 100 persen.
Padahal comdev ini ditandatangani bersama Bupati Minut Drs. Sompie Singal, MBA, Kepala Dinas Pertambangan Kota Bitung Alex Watimena di Hotel Sutanraja (19/3/14) bersama Presiden Direktur PT MSM Terkelin Purba.
Ketua Fraksi Reformasi dan Keadilan Indonesia Dewan Minut, Denny Sompi SE, sangat menyayangkan hal ini dapat terjadi pada perusahan sebesar PT MSM/TTN.
“CSR dan Comdev itu tidak maksimal,” ujar politisi asal Kecamatan Likupang timur itu.
Sompie, mengatakan dana yang sudah diplot untuk CSR ditahun 2014 harus dihabiskan, karena sudah menjadi kewajiban perusahan.
“Kemana dana sisa Comdev 2014 dan diapakan” tutur dia keheranan.
Iapun mempertanyakan sejumlah bantuan infrastruktur yang asal jadi.
“Contohnya 29 unit lampu jalan, kualitasnya sangat di bawah standar. Baru dua bulan dipakai sudah rusak.” ketus Legislator Minut 3 periode itu.
Untuk tahun 2015, lanjut Denny, Dewan Minut akan mengawasi program CSR PT MSM, agar dapat dimaksimalkan.
“Bisa saja kami memanggil hearing PT MSM terkait CSR yang tidak beres ini” jelas Sompie yang adalah warga lingkar tambang.
Terkait hal ini, Camat Likupang Timur Stevy Watupongoh, SIP saat ditemui terpisah pekan lalu juga angkat bicara. Watupongoh membenarkan kalau CSR PT MSM tahun 2014 yang di tuangkan lewat MoU di Hotel Sutanraja realisasinya tidak 100 persen.
“Banyak Program Pengembangan Masyarakat(PPM) yang tidak terlaksana. Sepuluh desa lingkar tambang di Liktim tidak sepenuhnya menikmati program CSR ini.
Demikian juga dengan usulan yang diajukan Kecamatan Likupang Timur. Padahal ada beberapa yang sangat mendesak yang kami butuhkan. Contohnya kami mengusulkan bantuan truk pengangkut sampah, tapi ditolak. Mereka hanya mengusulkan bak sampah tapi kami tolak sebab tidak menyelesaikan persoalan sampah di Liktim” sesal Watupongoh.
Watupongoh juga menyebutkan usulan kecamatan ada beberapa yang belum terealisasi. Antara lain, gazebo dan pinjaman lunak PKK kecamatan untuk usaha tepung tapioka.
Pihak PT MSM melalui Manager Humanity Jeani Zebedeus saat dihubungi menjelaskan program CSR yang tidak sempat dilakukan tahun 2014 akan dilanjutkan di tahun 2015.
“Kegiatan yang belum dilakukan pada tahun 2014 akan dilaksanakan ditahun 2015. Ditahun 2015 kan tidak hanya bawaan tahun 2014, tapi ada tambahan lainnya juga” kilah Zebedeus lewat SMS. Saat ditelpon di nomor 08525588xxxx, aktif tapi tidak diangkat.(ecagops)



















