
Tomohon – Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, Ir Robby Kalangi mengatakan dana bencana Rp 9 miliar untuk Kota Tomohon akan digunakan untuk rehabilitasi pasca bencana.
“Dana tersebut merupakan realisasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana longsor januari 2014 silam yang ikut melanda wilayah kota Tomohon. Dana tersebut sudah melalui proses penandatangan memorandum of understanding oleh Wali Kota Jimmy Eman saat diundang BNPB beberapa waktu lalu,” jelas Kalangi baru-baru ini.
Pemkot Tomohon akan memanfaatkan dana tersebut untuk sejumlah hal, namun yang diprioritaskan akan dibuat talud mencegah longsor sekaligus pembuatan saluran irigasi.
“Ada beberapa titik sudah diinventarisir untuk penguatan tebing, dan pembuatan irigasi. Namun titik-titik tersebut tidak termasuk lokasi di jalan nasional seperti tebing jalan Manado-Tomohon, satu di antaranya tebing curam di daerah Tambulinas, Tinoor II. Di Tomohon, setidaknya ada tiga titik lokasi rawan longsor. Selain jalan Manado Tomohon, wilayah lainnya yakni jalan Rurukan Tomohon Timur dan jalan Woloan-Tara Tara Tomohon Barat,” jelasnya.
Untuk waktu pencairan lanjut Kalangi kemungkinan akan dilakukan setelah Pilkada serentak.
“Kita masih menunggu karena belum ada petunjuk dari pusat,” tukasnya. (maria)


























