Manado – Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang memberi jaminan keamanan kepada para mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Unima Tondano. Jaminan keamanan tersebut disampaikan Gubernur Sarundajang saat melakukan kesepakatan perjanjian damai antara masyarakat Tataaran Kecamatan Tondano Selatan dengan Mahasiswa Unima di Tondano, Kamis (23/10/14) di kampus Unima Tondano.
Sarundajang menyebutkan, terjadinya peristiwa kriminal antara mahasiswa asal Papua dengan warga Tataaran Minggu pekan lalu, sangat disesalkan oleh semua pihak. Karena akibat dari peristiwa tersebut menyebabkan meninggalnya seorang mahasiswa asal Papua serta banyak rumah warga Tataaran mengalami kerusakan jelas Gubernur.
“Karena itu melalui kesepakatan perjanjian damai ini saya minta mahasiswa Papua dan warga Tataaran mampu menjaga bersama perjanjian damai tersebut,” pinta Sarundajang sembari menyampaikan pesan dari Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat bahwa masalah yang terjadi ini dipercayakan kepadanya sebagai senior ketika sama-sama kuliah di Unsrat Manado.
Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat berharap anak-anak mahasiwa Unima di Tondano harus kuliah karena orang tua kalian menginginkan secepatnya menyelesaikan study dengan tidak berfoya-foya, apalagi mabuk-mabukan. Disebutkan pengalaman dua Gubernur Papua selama menyelesaikan kuliah mereka di Unsrat, dinilai daerah sulut sangat aman bahkan orang Papua sudah dianggap sebagai saudara terdekat.
Turut Hadir Kapolda Sulut Brigjen Jimmy P Sinaga, Kasrem 131 Santiago, Ketua Deprov Steven Kandoy, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang serta pejabat terkait lainnya.


























