Minahasa – Garry Septian Tuju (22), warga Desa Menembo Jaga V Kecamatan Langowan Selatan, Senin (19/09) pagi sekitar pukul 09.00 Wita, ditemukan tergantung tak bernyawa pada kain gorden di rumah keluarga Posumah-Kolamban, Desa Manembo Langowan Selatan.
Pemuda yang diketahui masih aktif sebaga mahasiswa di Universitas Negeri Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, pertama kali ditemukan tantenya, Diane Posumah (43), warga Desa Manembo Jaga I Kecamatan Langowan Selatan.
Menurut keterangan saksi Diana, dirinya datang ke lokasi kejadian bermaksud mendatangi korban di rumah milik orang tuanya, untuk memanggil korban agar segera pergi ke kebun untuk memetik Cengkih. Namun, ketika dirinya tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban yang hendak ditemuinya awalnya tak diketemukan.
“Saya tiba dirumah itu dan memanggil manggil nama korban, namun tidak ada jawaban. Saya kemudian masuk dalam rumah, saat masuk rumah dan membuka pintu kamar depan saya melihat dia sudah tergantung dengan kain gorden yang diikatkan pada balok atas kamar dan kakinya tergeletak di lantai,” terang Diane.
Melihat kejadian tersebut, Diane kemudian memanggil tetangga dan berupaya menolong korban dengan menurunkannya dari gantungan.
“Saat kami turunkan bersama warga, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi,” ujarnya.
Sementara, dari keterangan orang tua korban, Pier Tuju menjelaskan,
Korban masih merupakan mahasiswa di Unsrat Manado dan tinggal dirumah orang tuanya keluarga Tuju-Posumah di Desa Manembo Jaga V.
Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK ketika dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut membenarkan. Menurutnya, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut latar belakang sebab korban gantung diiri.
“Benar adanya kejadian tersebut, Polisi telah mengamankan TKP dan mencari keterangan saksi. Korban telah dilakukan visum luar oleh Puskesmas Manembo dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda. kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara korban gantung diri karena masalah keluarga,” ujar Syamsubair.(fernando lumanauw)





















