Manado – Steve Immanuel Waroka (4), salah satu korban yang diduga keracunan makanan, Kamis (30/10) pagi, sekitar pukul 06.00 Wita, dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit Prof Kandou Malalayang.
Dari informasi yang diterima Cybersulutnews.co.id, sebelum dilarikan ke rumah sakit Prof Kandou Malalayang pada Rabu kemarin, anak pertama dari pasangan Deimer Waroka dan Tirsa Tiwou pertama kali dibawa ke rumah sakit Wolter Mongisidi Teling Atas, namun karena panas semakin tinggi, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit Prof Kandou Malalayang hingga kemudian menghembuskan nafas terakhir.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, korban, ibunya serta sepupunya bernama Filli, sebelumnya pergi ke Manado Town Square (Mantos) kemudian makan di Restoran Kawan Baru. Di Restoran, mereka memesan nasi goreng, es kacang alpukat durian campur kacang merah. Usai menikmati hidangan yang dipesan, mereka pun beranjak pulang. Setelah tibah di rumah, Tirsa Tiwou mengalami sakit perut dan harus bolak balik ke toilet.
“Setelah tiba di rumah perut saya langsung sakit, begitu juga dengan Filli. Sedangkan anak saya mengalami sakit panas,” kata Tirsa dengan linangan air mata ketika ditemui.
Ia pun menambahkan keponakannya, Filli masih mendapat perawatan di rumah sakit Wolter Monginsidi, Teling.
Apriano Saerang, salah satu Anggota DPRD Kota Manado mengatakan, rumah makan Kawan Baru bisa saja ditutup. Namun, untuk menghentikan operasi restoran tersebut harus melalui proses penyelidikan terlebih dahulu.
“Ya itu boleh ditutup, namun harus diselidiki dulu, apakah korban meninggal akibat keracunan makanan di restoran itu atau ada faktor lain. Kalau ditutup sementara untuk penyelidikan boleh, tapi kalau langsung ditutup permanen itu tidak boleh,” kata Saerang kepada sejumlah wartawan di kantor DPRD Manado.
Namun tambahnya, ditutup atau tidaknya rumah makan tersebut tergantung dari kewenangan dewan. “Itu kewenangan dewan,” lanjutnya.
Sementara Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id melalui telepon selulernya mengatakan, kematian dari korban Steve Immanuel Waroka akan diselidiki pihaknya.
“Kita akan menyelidiki kasus ini apakah benar korban meninggal akibat keracunan makanan atau tidak, yang jelas kita akan selidiki,” kata Damanik.
Anace Mike Dondokambey, Humas rumah sakit Prof Kandou Malalayang mengatakan, meninggalnya korban Steve Immanuel Waroka bukan karena keracunan makanan melainkan infeksi otak.
Diketahui, bukan hanya korban saja yang mengalami sakit akibat mengkonsumsi makanan di Kawan Baru, ternyata masih ada pulihan masyarakat lain yang mengalami hal yang sama termasuk Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan dan dua anaknya juga mendapat perawatan medis di rumah sakit Siloam akibat mengkonsumsi makanan di Kawan Baru.(jenglen manolong)




















