Diduga tidak terserap 100 persen, Dana Pasar Murah Disperindag Rawan Penyimpangan

 

Pasar Murah Natal di Sulut
Pasar Murah Natal di Sulut

Manado – Dana pasar murah dalam rangka Natal dan Tahun Baru lalu, yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut terkesan rawan penyimpangan. Pasalnya, anggaran tersebut yang mencapai miliaran rupiah ada dugaan tidak terserap 100 persen.

Hal ini sebagaimana informasi yang diperoleh di Disperindag Sulut sendiri. “Dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari perbankan dan lembaga BUMN lainnya yang ditransfer melalui rekening Disperindag di Bank Sulut ada sekitar Rp800 juta,” ujar sumber di Disperindag yang meminta namanya tidak disebut. Dana tersebut belum termasuk dengan yang dianggarkan melalui APBD Sulut yang diperkirakan sekitar Rp1 miliar.

Kebenaran dana APBD ini pun sempat diakui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong. “Ya mungkin sekitar begitu (maksudnya Rp1 miliar). Tapi anggaran itu sudah termasuk pasar murah di idul fitri,” akunya pada sejumlah wartawan belum lama ini. Sementara realisasi penggunaan dana tersebut, per pasar murah hanya sekitar Rp7 juta melalui kupon Rp20.000 yang dibagikan ke masyarakat, dan lokasi pasar murah disebut-sebut sebanyak 75 sampai 80 titik. “Memang setiap titik pasar murah kami subsidi 6 sampai 7 juta, ” ujar Wajong beberapa waktu lalu. Namun begitu, pengeluaran anggaran pasar murah tersebut belum termasuk dengan biaya perjalanan dinas tim pasar murah.

Karena ada pasar murah yang digelar di daerah kepulauan dan wilayah Bolmong. “Lokasi pasar murah waktu lalu memang tidak hanya di Manado dan Minahasa, namun sampai ke wilayah Bolmong dan Talaud,” beber salah satu staf di Disperindag. Dengan demikian, jika dikalkulasi semua anggaran pasar murah yang terpakai diduga masih tersisa banyak atau tidak terserap 100 persen. Kepala Disperindag Sulut Olvie Atteng saat dikonfirmasi soal penggunaan dana pasar murah tersebut, enggan memberikan tanggapan.

Malah dia menyuruh menanyakan langsung ke Kabid Perdagangan Dalam Negeri Hanny Wajong. “Tanya jo pa kabid dagri (maksudnya Hanny Wajong),” ungkapnya pada sejumlah wartawan. Wajong sendiri saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum berhasil. Dihubungi melalui SMS atau pesan singkat juga tidak membalasnya. (nancy)

Tinggalkan Balasan