Diimingi Emas Batangan, Oma di Tondano Ini Tertipu Rp 125 Juta

Minahasa – Tergiur karena diimingi bakal mendapat emas batangan senilai Rp 1,5 Miliar, wanita Lansia inisial SN alias Oma Syul (70), warga Kelurahan Rinegetan Kecamatan Tondano Barat, ditipu lelaki AW alias Arter (37), warga Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, sehingga merugi mencapai Rp 125 Juta.

Tak terima dirinya diperdaya lelaki Arter, Oma Syul kemudian mengadukan kasus yang menimpanya tersebut ke pihak Satuan Reskrim Polres Minahasa, Rabu (22/07).

Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor SIK MSi melalui Kepala Unit IV Satuan Reskrim, AIPTU Julia Oraile, ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id, membenarkan hal tersebut.

Menurut Oraile, modus pelaku yakni memperlihatkan kepada korban satu emas batangan palsu. Selanjutnya tersangka mengatakan, masih ada dua lagi emas batangan yang sama yang bila diuangkan ketiganya bernilai total Rp 1,5 Miliar, milik dari salah seorang Opa yang bernama Buang.

Hanya saja, untuk mendapatkan emas batangan tersebut, Oma Syul harus memberikan uang yang awalnya sebesar Rp 110 Juta untuk menjadi uang tebusan karena emas batangan tersebut sementara digadaikan pemiliknya dan si pemilik hanya meminta tebusan.

“Katanya uang Rp 110 Juta itu, oleh pengakuan tersangka, untuk dibagikan Opa pemilik barang tersebut di 9 rumah ibadah dan 2 panti asuhan. Namun akhirnya Oma Syul menyerahkan Rp 125 Juta, yang dipinjamnya dengan menggadaikan sertifikat tanah, rumah dan kebunnya,” urai Oraile.

“Begitu korban menyetor uang kepada tersangka, tersangka yang menjanjikan emas batangan ini kemudian menghilang tak ada kabar, sehingga korban akhirnya melaporkan kasus tersebut. Alhasil, Polisi langsung bertindak cepat menindaklanjuti laporan ini dan berhasil membekuk tersangka di rumahnya di Airmadidi,” ujarnya lagi sembari menambahkan bila kasus ini sementara dikembangkan.

Sementara, pengakuan tersangka Arter menuturkan, emas yang ia tawarkan sebenarnya benar-benar. asli. Hanya saja, setelah dirinya menerima uang dari Oma Syul dan bermaksud menyerahkan ke Opa Buang, Opa Buang menolak dengan alasan jumlahnya kurang.

“Setelah uangnya hendak saya berikan kepada pemiliknya, dia menolak dengan alasan tidak cukup. Akhirnya uangnya saya simpan dan lama kelamaan akhirnya habis terpakai,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan