Dinilai Ganjal, Kriminalog Sulut Minta Polisi Telusuri Kematian Olvita Kenap

Manado – Peristiwa penemuan mayat di dalam mobil dinas (Mobnas) milik Bappeda Pemprov Sulut, Senin (08/02/2016) pagi, sontak menghebohkan warga Kota Manado. Dugaan adanya aksi pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban Olvita Kenap (40), warga Ranotana Weru Lingkungan VI, menjadi perbincangan hangat.

Analisis itu mencuat kala mana korban yang dikatakan memiliki gangguan jiwa, sangat rentan diperdaya lelaki haus seksual.

“Tingkat kriminal di Kota Manado memang sangat memungkinkan dugaan telah terjadi aksi pidana terhadap korban. Apalagi, korban memiliki gangguan jiwa. Bisa saja, pelaku mendekap mulut korban hingga korban kehabisan oksigen. Dan lebih mengganjal lagi, jasad korban ditemukan dalam mobil dinas, ini patut ditelusuri secara profesional oleh pihak kepolisian,” tanggap kriminalog Sulut, Romel Sondakh.

Namun, dugaan telah terjadi aksi pidana terhadap korban, ikut ditepis Kapolsek Sario, AKP Pradipta Putra Pratama SH. “Pemeriksaan identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dari keterangan keluarga korban, korban ternyata memiliki kartu kuning,” jelas Pradipta.

Dari informasi yang diperoleh, korban Olvita ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dalam mobnas jenis KIA Picanto DB 1289 yang terparkir di bengkel Mitra Perkasa, Kelurahan Ranotana, dalam posisi duduk di depan setir.

Jasad korban pertama kali ditemukan pemilik bengkel, berawal dari dirinya mencium bau menyengat dalam Mobnas. Dirinya kemudian menghubungi pihak kepolisian. Setelah tiba di lokasi, Polsek Sario langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa mayat korban ke RSUP Prof Dr Kandou Manado.

Korban tidak diotopsi, sebab pihak keluarga tidak menghendaki. Sehingga, penyebab dan waktu kematian korban tidak diketahui secara pasti. Bukan itu saja, menurut keterangan saksi Jonathan (26), mobnas telah dibawa ke bengkel sejak Jumat (05/02/2016) sore.(jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan