
Minahasa – Puluhan Mahasiswa Universitas Negeri Manado (UNIMA), yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Minahasa, menggelar demo di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Selasa (10/12), menuntut transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Minahasa.
Dalam demo tersebut, orator demo mengatakan, pengelolaan APBD di Kabupaten Minahasa terkesan masih tidak transparan, sehingga pembangunan tak tampak, selang beberapa Tahun terakhir pemerintahan di Minahasa.
“Kami meminta transparansi Pemkab Minahasa dalam pengelolaan APBD agar pembangunan di Minahasa terarah dan jelas,” ujar Aldo sang Koordinator demo.
Sekretaris Daerah Minahasa, Jefry Robby Korengkeng SH MSi, menyambut baik aksi demo para mahasiswa di Pemkab Minahasa.
Menurutnya, apa yang diaspirasikan seluruh mahasiswa yang hadir adalah hal yang benar dan luar biasa untuk meminta transparansi pemerintah, baik dalam pengelolaan keuangan maupun pemerintahan.
“Tranparansi adalah tekad Pemkab Minahasa dalam pengelolaan APBD nanti,” ujarnya.
Dikatakannya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan anggaran yang besar yang dialokasikan pemerintah pada APBD Perubahan 2013. Ada sekitar 80 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di Minahasa, dengan menekan biaya belanja pegawai. Tujuan kami adalah untuk membangun Minahasa, membangun tanpa korupsi.
“Kami apresiasi atas kritik dari mahasiswa untuk terus memperbaiki kinerja kami,” ujar Korengkeng, sembari memotifasi mahasiswa agar terus memantau kinerja pemerintah secara positif.
Sementara, tuntutan lain para demonstran yakni, penuntasan kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), segera realisasikan hukuman mati bagi para koruptor, usut tuntas semua kasus korupsi dan HAM di Indonesia, adili jenderal pelanggar HAM dan tegakkan kembali UU nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. (fernando lumanauw)





















