
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tomohon, Drs Gerardus Mogi mengatakan sejak Desember 2014, pihaknya sudah menarik retribusi di Danau Linow.
“Setiap pengunjung dikenai retribusi Rp 5000,” kata Mogi, Selasa (13/01).
Dari data yang diberikan stafnya, tak sampai dua bulan ini, Disparbud Tomohon sudah menyetor PAD sekitar Rp 25 juta ke kas daerah dari pendapatan di Danau Linow. Untuk target PAD yang dibebankan ke Disparbud sendiri kata Mogi adalah Rp 50 juta.
“Saya optimis sampai akhir tahun ini bisa menghasilkan PAD sampai Rp 100 juta dari Danau Linow. Apalagi saat ini objek wisata ini sudah direhab sehingga semakin cantik menarik minta pengunjung,” kata Birokrat yang dikenal dekat dengan wartawan ini.
Di sisi lain Mogi menyebut sejumlah objek wisata yang sudah akan akan diolah sehingga menghasilkan PAD bagi Kota Tomohon.
“Untuk Ait Terjun Pinaras juga sudah nulai ditarik retribusi. Selanjutnya ada wisata Gunung Mahawu dan Gunung Lokon yang sudah ditawar investor untuk diolah. Ke depan akan diintensifkan pembahasan ini dengan para pengusaha tersebut karena pengurusan izin harus sampai ke Kementrian Kehutanan,” tukas Mogi. (maria)





















