Gubernur Kunjungi Korban Letusan Gunung Soputan di Mitra

Gubernur memberikan bantuan secara simbolik kepada warga korban letusan gunung Soputan

Ratahan – Gubernur Sulut, Soni Sumarsono mengunjungi korban letusan gunung Soputan di Minahasa Tenggara (Mitra), Sabtu (09/01). Dalam kesempatan ini, ia menyerahkan bantuan Pemprov Sulut untuk 3 desa yang terdampak erupsi gunung Soputan di Balai Desa Pangu Kecamatan Ratahan Timur.

Dalam kesempatan ini, Sumarsono meminta warga untuk tetap mewaspadainya gejala fenomena alam yang terjadi seperti ini. “Warga tak perlu khawatir karena pemerintah sebagai simbol Negara tidak akan membiarkannya rakyat menderita, namun sebaliknya negara langsung membantu warganya,” ujarnya..

Dituturkannya, saat erupsi Soputan, dirinya sementara berada di Jakarta mengikuti pertemuan bersama Presiden Jokowi. “Nah, atas laporan Bupati James Sumendap, saya langsung perintahkan Kadis Sosial dan Kepala BPD Sulut segera turun memberikan bantuan. Satu jam kemudian bantuan dari pemprov sudah tiba dilokasi,” ungkapnya.

Berdiskusi, Gubernur menjawab setiap pertanyaan yang dilayangkan warga

Sementara itu Kadis Sosial dr Lisye Grace Punuh MKes melaporkan, bantuan yang sudah diserahkan berupa Beras 6 ton, 42 dos Ikan Kaleng, 70 dos Supermie untuk 600 KK di desa Pangu, Pangu 1 dan Pangu 2. Sedangkan Kepala BPBD Sulut Ir Noldy Liow menyatakan, sejak kejadian pihaknya setiap hari menyalurkan air bersih melalui tiga mobil tangki serta pemberian masker.

Camat Ratahan Timur Ibu Jelly Waruis SPT MM menyebutkan, untuk desa Pangu jumlah KK yang terdampak 202 KK, 727 jiwa serta kerusakan lahan/tanaman Salak sekitar 20 Ha, desa Pangu 1 KK 217 jumlah jiwa 776 kerusakan lahan/tanaman 30 Ha serta desa Pangu 2 193 KK dengan jumlah jiwa 682, kerusakan lahan/tanaman 10 Ha.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur menyatakan akan mempromosikan Salak Pangu, sebagai salah satu komoditas buah yang berasal dari Kabupaten Mitra. “Saya beri nilai 9,5 karena rasanya manis, enak dan enak sekali,” ujar Sumarsono.

Berjanji akan promosikan produk pertanian Salak Pangu

Dalam kesempatan itu, Gubernur minta warga Pangu untuk menjaga kualitas buah Salak ini sehingga bisa tahan lebih lama, sehingga ketika dikirim keluar daerah tidak cepat busuk. “Salak Pangu lebih manis dari Salak Bali, tapi kurang dipasarkan,”ingatnya.

Hal senada juga diakui oleh Ketua TP PKK Sulut Dra Tri Rachayu Sumarsono. “Mudah-mudahan saya dan Pak Gubernur bisa membantu promosikan Salak Pangu ini hingga ke hotel-hotel berbintang yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulut maupun Jakarta,” ujar Firs Lady Sulut ini. (Advetorial)

Tinggalkan Balasan