Minahasa – Menghadiri peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat(BBGRM) ke-XIV tahun 2017, di Desa Walewangko Kecamatan Langowan Barat, Selasa (11/07), Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, juga meresmikan hasil kegiatan fisik dari Anggaran Dana Desa dan Dana Desa (ADD/DD), Tahun Anggaran 2016 se Langowan Raya.
Kegiatan diawali ucapan selamat datang oleh Hukum Tua Walewangko Sonny Sepang, kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Djefry Sumendap Sajow SH, dimana dalam laporannya menyebutkan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan disegala tingkat pemerintahan dalam rangka menggelorakan partisipatif, swadaya dan gotong royong masyarakat, guna menunjang pembangunan Desa dan Kelurahan.
“Tujuan dari BBGRM ini untuk melestarikan nilai-nilai gotong royong yang tumbuh di masyatakat, untuk memperkuat integrasi sosial masyarakat di Desa dan Kelurahan, untuk keutuhan NKRI,” ujar, Sajow yang selanjutnya merinci anggaran dan pembangunan fisik ADD dan DD di Langowan Raya.
Selanjutnya usai laporan, dulanjutkan dengan penyerahan hadiah trofy dan uang tunai kepada Desa-desa yang memperoleh juara dalam lomba Desa Partisipatif 2016, oleh Bupati Minahasa.
Bupati JWS kemudian dalam sambutannya mengatakan bahwa, BBGRM sebenarnya sangat melekat dengan orang Minahasa karena bentuk Mapalus, dimana orang dulu tidak memgandalkan ADD dan DD seperti saat ini, tapi semangat Hukum Tua dan masyarakat dalam bergotong royong membangun Desa. Sehingga, budaya Mapalus yang adalah bergotong royong membangun Desa harus terus dilestarikan.
“Anggaran ADD dan DD tahun depan direncanakan meningkat 100 persen dari yang ada saat ini. Untuk itu, harus lebih semangat dalam membangun Desa karena dana yang akan masuk ke Desa yang sangat besar. Budayakan terus gotong royong atau Mapalus ini untuk membangun Desa dengan anggaran-anggaran yang ada,” ujar JWS.
Selanjutnya, dalam sambutannya juga, Bupati JWS menyinggung soal pembangunan-pembangunan yang sementara berjalan di Minahasa, mulai dari infrastruktur jalan, trotoar, drainase dan infrastruktur lainnya, mulai dari pusat Kota Tondano hingga daerah-daerah lain di Minahasa.
“Pembangunan itu termasuk yang sementara dilakukan di Kecamatan Langowan Raya, dimana ruas-ruas jalan lorong mulai di HRS untuk kenyamanan warga sekitar. Paling tidak Langowan sudah mulai berbenah dengan pembangunan untuk persiapan menjadi Kota Langowan kedepan bila moratorium dicabut pemerintah pusat,” ujarnya, kemudian mencanangkan secara resmi BBGRM XIV dengan pemukulan Tetengkoren.
Sementara, turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Minahasa James Rawung SH dan Anggota DPRD Minahasa Imelda Nofita Rewah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minahasa Dr Denny Mangala SH MSi, Ketua TP PKK Minahasa Dr Olga Sajow Singkoh MHum dan jajaran TP PKK Minahasa, Kapolsek Langowan Iptu Mardy Tumanduk, Danramil Langowan, para Camat se-Langowan Raya dan sekitarnya, para Hukum Tua se Kecamatan Langowan Raya dan sekitarnya, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya, dan diakhiri dengan ucapan terima kasih oleh Camat Langowan Barat Lendy Aruperes.(fernando lumanauw)


























